Disdikbud Makassar Sita Buku Radikal di Sejumlah TK

Senin, 25 Januari 2016 - 14:41 WIB
Disdikbud Makassar Sita...
Disdikbud Makassar Sita Buku Radikal di Sejumlah TK
A A A
MAKASSAR - Pascaadanya informasi peredaran buku yang bermuatan radikalisme di sekolah taman kanak – kanak di Kota Makassar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar langsung melakukan sidak untuk memastikan keberadaan buku tersebut.

Dalam kunjungan ke Sekolah Yayasan Taman Kanak – Kanak Pertiwi Jalan Landak Baru Kota Makassar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar memastikan bahwa buku bacaan yang ditemukan sejak Sabtu 22 Januari 2016 di sekolah tersebut tidak layak edar kepada murid taman kanak – kanak dan PAUD.

Dalam buku tersebut berjudul Anak Islam Suka Membaca diterbitkan Pustaka Amanah yang merupakan penerbit yang berada di Kota Solo, Jawa Tengah buku tersebut ditulis oleh Nurani Musta’in yang bergelar Sarjana Psikologi mulai terbit pada cetakan pertama tahun 1999 dan terakhir pada Juli tahun 2006 dengan cetakan ke lima.

Setelah melakukan pengecekan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Hasbi yang mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar mengakui kebenaran buku tersebut mengadung paham radikalisme.

Hal ini setelah edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pertanggal 21 Januari 2016 tentang pelarangan bahan ajar Paud yang mengandung unsur kekerasan.

Dengan demikian pihaknya segerah membuat surat edaran kepada seluruh sekolah mulai PAUD hingga tingkat SMA di Kota Makassar untuk melakukan penarikan dan tidak lagi memakai buku ini.

Sementara itu guru kelas Yayasan Taman Kanak – Kanak Pertiwi Rohani menjelaskan bahwa buku tersebut sejak 2011 tidak lagi dipakai karena telah ada buku ajaran baru.

Buku tersebut baru diketahui bermuatan radikal setelah adanya surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beredar di jejaring sosial untuk pelarangan penggunaan pada murid dan siswa karena bermuatan unsur kekerasan radikalisme.

Dirinyapun bersama para guru mulai mengumpulkan buku – buku tersebut yang telah disimpan pada beberapa lemari setelah merasa pernah membaca kata – kata tersebut.

Dalam buku tersebut berisi kata – kata yang bermaksud radikal seperti syahid di medan jihad, rela mati bela agama, selesai raih bantai kiai, bom jihad, granat, gegana serta ada caci maki.

Buku tersebut dianggap rentan pada anak – anak akhinya belasan buku – buku tersebut kini telah dikumpulkan oleh pihak sekolah sebagai antisipasi sejak dini.

Penyebaran buku – buku yang berisi kata – kata bernuansa radikalme serta dinas pendidikan mulai menyebarkan surat edaran pada semua sekolah di Kota Makassar.
(sms)
Berita Terkait
Isu Bank Bermasalah,...
Isu Bank Bermasalah, Nasabah Diminta Jangan Termakan Hoaks
Agar Lebih Awet dan...
Agar Lebih Awet dan Tidak Menguning, Ini Tips Merawat Buku
Kemewahan Bukan Jaminan...
Kemewahan Bukan Jaminan Kebahagiaan
Tentang Pernikahan Orang...
Tentang Pernikahan Orang Tionghoa dengan Orang Indonesia
Kisah Klasik Tentang...
Kisah Klasik Tentang Perempuan
Berdamai dengan Hati,...
Berdamai dengan Hati, Mengelola Kesehatan Mental Remaja
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
5 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
5 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved