Hujan Pasir di Sekitar Bromo Capai Radius 3 Kilometer
Minggu, 24 Januari 2016 - 20:17 WIB
Hujan Pasir di Sekitar Bromo Capai Radius 3 Kilometer
A
A
A
PROBOLINGGO - Gunung Bromo terus erupsi pada Minggu (24/1/2016) akibatnya hujan pasir di sekitar kawah gunung api ini mencapai radius 3 kilometer. Mulai Minggu pagi pukul 06.00-12.00 WIB, Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, di Cemoro Lawang, mencatat ada sebanyak 18 kali gempa letusan yang terjadi di dalam, dan permukaan kawah Gunung Bromo. Amplitudo gempa letusan yang tercatat di sesmograf, mencapai antara 21-36 mm.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, Ahmad Subhan menyebutkan, semburan asap dari kawah mencapai ketinggian 900 meter dari bibir kawah.
"Arahnya ke timur, dan timur laut. Dengan kekuatan semburan asap antara sedang sampai kuat. Warna asap putih kelabu" ungkapnya.
Suara gemuruh juga masih terdengar dari dalam kawah. Bahkan, juga terjadi hujan pasir di lautan pasir hingga ke Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari kawah.
"Hujan pasir terasa tipis, dan belum sampai masuk ke kawasan pertanian masyarakat," ungkap Subhan.
Meski tidak terjadi hujan abu vulkanik, akibat arah angin menuju ke timur, dan timur laut. Tetapi, para anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Malang, tetap melakukan kesiagaan di wilayah Kecamatan Poncokusumo, Kecamatan Tumpang, dan Kecamatan Jabung.
Humas Tagana Kabupaten Malang, Ali Usman menyebutkan, saat ini bantuan untuk masker, dan obat mata masih mengalir.
"Kami memiliki persediaan masker sebanyak 27 ribu masker, dan obat mata sebanyak 200 botol. Selama hujan abu vulkanik mereda, permintaan masker dari masyarakat juga belum ada," timpalnya.
Dia menyatakan, persediaan obat mata, dan masker tersebut, terus dijaga, karena bencana hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Bromo, belum bisa diprediksi sampai kapan terjadinya.Sementara abu vulkanik, sangat berbahaya bagi kesehatan karena mengandung belerang dan silika.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, Ahmad Subhan menyebutkan, semburan asap dari kawah mencapai ketinggian 900 meter dari bibir kawah.
"Arahnya ke timur, dan timur laut. Dengan kekuatan semburan asap antara sedang sampai kuat. Warna asap putih kelabu" ungkapnya.
Suara gemuruh juga masih terdengar dari dalam kawah. Bahkan, juga terjadi hujan pasir di lautan pasir hingga ke Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari kawah.
"Hujan pasir terasa tipis, dan belum sampai masuk ke kawasan pertanian masyarakat," ungkap Subhan.
Meski tidak terjadi hujan abu vulkanik, akibat arah angin menuju ke timur, dan timur laut. Tetapi, para anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Malang, tetap melakukan kesiagaan di wilayah Kecamatan Poncokusumo, Kecamatan Tumpang, dan Kecamatan Jabung.
Humas Tagana Kabupaten Malang, Ali Usman menyebutkan, saat ini bantuan untuk masker, dan obat mata masih mengalir.
"Kami memiliki persediaan masker sebanyak 27 ribu masker, dan obat mata sebanyak 200 botol. Selama hujan abu vulkanik mereda, permintaan masker dari masyarakat juga belum ada," timpalnya.
Dia menyatakan, persediaan obat mata, dan masker tersebut, terus dijaga, karena bencana hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Bromo, belum bisa diprediksi sampai kapan terjadinya.Sementara abu vulkanik, sangat berbahaya bagi kesehatan karena mengandung belerang dan silika.
(sms)