Ini Alasan DKI Percepat Penambahan Bus

Selasa, 19 Januari 2016 - 05:43 WIB
Ini Alasan DKI Percepat...
Ini Alasan DKI Percepat Penambahan Bus
A A A
JAKARTA - Rencana pembangunan Light Rail Transit (LRT) milik DKI Jakarta akan dibangun setelah pembangunan Mas Rapid Transit (MRT) dan kereta api ringan Jakarta-Bandung selesai. Sambil menunggu, Pemprov DKI percepat penambahan bus sebanyak 832 unit.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Kadishubtrans) DKI Jakarta Andri Yansyah menuturkan, selain adanya pembangunan kereta api cepat, Jakarta-Bandung, penundaan pembangunan LRT itu dikarenakan ketidaksiapan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Hal itu terlihat belum adanya kajian trase yang merupakan langkah awal untuk pembangunan LRT.

Untuk itu, sebagai pengganti sementara sebelum terwujudnya LRT, Dishubtrans bersama BUMD PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan mempercepat penambahan bus. (Baca: Kelola Bus Hibah, DKI Pastikan Tarif Lebih Murah dari APTB)

"Saat ini kami telah meminta PT Trasnportasi Jakarta untuk merancang rencana operasional dan rupiah per kilometernya. Jadi begitu bus datang, tunggu surat langsung jalan. Jangan sampai bus datang, baru dirancang rencanannya," kata Andri Yansyah saat dihubungi, Senin 18 Januari 2016.

Andri menjelaskan, penambahan bus yang kemungkinan besar dapat dilakukan dan dioperasikan dalam waktu cepat, yakni sekitar 832 bus. 190 unit bus Kopaja, 200 bus operator Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB), yang akan digantikan 600 bus Transjabodetabek dari Kementerian dan pemanfaatan 432 bus pengadaan 2013.

Menurutnya, semua bus tersebut hanya tinggal pengurusan surat di kepolisian dan kajian rupiah per kilometernya. Sementara unit busnya sendiri sudah siap. Dia menargetkan, ratusan bus itu dapat direalisasikan pada Maret 2016.

Bus-bus tersebut, lanjut Andri, akan diprioritaskan untuk mengakomodir kebutuhan dalam kota, khsusnya kawasan yang dekat dengan Rumah Susun Nawa (Rusunawa) mengingat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta sedikitnya 100 bus yang melintasi Rusunawa.

"Direksi PT Transportasi Jakarta sudah kami minta segera mengurus realisasi bus tersebut. Itu kan sudah jelas ada busnya. Trasenya harus terintegrasi dengan moda transportasi lainnya," ungkapnya.

PILIHAN:

Ini Bukti Bahrun Naim Terlibat Serangan Bom di Sarinah
(mhd)
Berita Terkait
Lin Kuning di Jember...
Lin Kuning di Jember Disulap Jadi Angkutan Umum Sultan
Menhub Izinkan Angkutan...
Menhub Izinkan Angkutan Umum Kembali Beroperasi Besok
4 Artis yang Suka Naik...
4 Artis yang Suka Naik Kendaraan Umum
Angkutan Umum Naikkan...
Angkutan Umum Naikkan Tarif, Dirjen Hubdat: Itu Mekanisme Pasar
Miris, Usaha Angkutan...
Miris, Usaha Angkutan Umum di Semarang Mati Suri
Dishub Sulsel Larang...
Dishub Sulsel Larang Angkutan Umum Tak Layak Beroperasi
Berita Terkini
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
6 menit yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
6 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
6 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
7 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
7 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
7 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved