Sempat Hilang, Winarti dan Dua Anaknya Akhirnya Pulang
Sabtu, 16 Januari 2016 - 06:11 WIB
Sempat Hilang, Winarti dan Dua Anaknya Akhirnya Pulang
A
A
A
GARUT - Tiga warga Kabupaten Garut yang hilang sejak 28 Desember 2015 telah kembali ke rumahnya di Kampung Talun, Kelurahan Regol, Garut Kota, Jumat (15/1/2016) dini hari.
Ketiga warga Garut yang pulang ini adalah Winarti (42) beserta kedua anaknya, Sri Putri Rahma (17) dan Andi (10).
Linda Ibrahim (46), adik ipar Winarti, menuturkan ketiganya pulang ke rumah sekitar dini hari. Saat tiba di rumah, mereka bertiga dalam keadaan lusuh.
"Mereka pulang hanya bawa baju yang dikenakan saja. Barang-barang yang dibawa waktu pergi tidak mereka bawa, seperti baju dan laptop," kata Linda di rumahnya, Jumat (15/1/2016).
Sebelum pulang ke rumah, lanjut Linda, Sri Putri Rahma sempat mengirim pesan singkat kepada bibinya untuk memberikan kabar akan pulang. Ia meminta agar keluarga tak ribut jika mereka akan pulang.
"Putri juga tanya ayahnya ada apa enggak? Lia (adik Winarti yang merupakan bibi Sri Putri Rahma) bilang ayahnya enggak ada. Mereka kirim SMS sekitar pukul 19.30 WIB," ujarnya.
Saat mengirim pesan singkat, tambah Linda, Putri menyebut mereka sedang berada di Terminal Bekasi. Saat tiba di rumah, tak banyak obrolan yang diungkapkan Winarti kepada suaminya.
"Setelah memberi kabar akan kembali, keluarga lalu menginformasikan ke Polda Jabar. Dari hasil lacakan Polda Jabar, ketiganya berada di sekitar daerah Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi," ungkapnya.
Setibanya di rumah, tambah Linda, Winarti tak banyak berbicara. Bahkan mereka sempat terkejut melihat Heriadi Atmajaya, suami Winarti, ada di rumah.
Menurut Linda, pihak keluarga merasakan perbedaan sifat yang lebih keras dari Winarti dan Putri. Keduanya tak mau membicarakan kegiatan mereka selama berada di Bekasi.
"Saya tahu banyak kegiatan mereka dari Andi, anak yang bungsu. Katanya selama di Bekasi tidurnya ramai-ramai. Andi juga sekolah kayak home schooling. Andi lebih banyak bicara soal aktivitasnya," ucapnya.
Linda menjelaskan, Putri juga mempermasalahkan pelaporan dirinya ke polisi. Bahkan Putri mengaku malu setelah membaca semua pemberitaan di media massa.
"Dia juga komplain masalah rumah tangga. Padahal sebelum mereka pergi tidak pernah ada masalah. Saya juga sempat kesal dengan pernyataan Putri," ujarnya.
Terkait Gafatar yang diduga menjadi pemicu perginya Winarti dan dua anaknya, masih belum diketahui Linda. Namun secara tidak langsung, Winarti mengatakan jika Gafatar telah bubar pada Agustus 2015.
"Winarti cuma bilang pergi dari rumah karena pusing urusan rumah tangga. Tidak ada pernyataan Gafatar. Hanya memang dia menyatakan aqidahnya sudah lain. Sudah nyaman dengan keyakinan saat ini," katanya.
Meski begitu, Linda sangat yakin jika kakak iparnya memang menjadi anggota Gafatar. Apalagi Andi menyatakan jika selama di Bekasi dia sering diputarkan film.
"Pengakuan Putri dan Winarti selama di Bekasi kos bertiga. Tapi Andi bilang ramai-ramai tidurnya. Doktrin dari Gafatar ini sudah sangat menyesatkan," ucapnya.
Winarti dan Putri setidaknya masih menjalani pemeriksaan oleh petugas di Mapolres Garut sejak pukul 14.00 WIB. Sementara Andi, kembali bermain dengan teman sebayanya.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kepulangan tiga warga Garut tersebut.
Ketiga warga Garut yang pulang ini adalah Winarti (42) beserta kedua anaknya, Sri Putri Rahma (17) dan Andi (10).
Linda Ibrahim (46), adik ipar Winarti, menuturkan ketiganya pulang ke rumah sekitar dini hari. Saat tiba di rumah, mereka bertiga dalam keadaan lusuh.
"Mereka pulang hanya bawa baju yang dikenakan saja. Barang-barang yang dibawa waktu pergi tidak mereka bawa, seperti baju dan laptop," kata Linda di rumahnya, Jumat (15/1/2016).
Sebelum pulang ke rumah, lanjut Linda, Sri Putri Rahma sempat mengirim pesan singkat kepada bibinya untuk memberikan kabar akan pulang. Ia meminta agar keluarga tak ribut jika mereka akan pulang.
"Putri juga tanya ayahnya ada apa enggak? Lia (adik Winarti yang merupakan bibi Sri Putri Rahma) bilang ayahnya enggak ada. Mereka kirim SMS sekitar pukul 19.30 WIB," ujarnya.
Saat mengirim pesan singkat, tambah Linda, Putri menyebut mereka sedang berada di Terminal Bekasi. Saat tiba di rumah, tak banyak obrolan yang diungkapkan Winarti kepada suaminya.
"Setelah memberi kabar akan kembali, keluarga lalu menginformasikan ke Polda Jabar. Dari hasil lacakan Polda Jabar, ketiganya berada di sekitar daerah Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi," ungkapnya.
Setibanya di rumah, tambah Linda, Winarti tak banyak berbicara. Bahkan mereka sempat terkejut melihat Heriadi Atmajaya, suami Winarti, ada di rumah.
Menurut Linda, pihak keluarga merasakan perbedaan sifat yang lebih keras dari Winarti dan Putri. Keduanya tak mau membicarakan kegiatan mereka selama berada di Bekasi.
"Saya tahu banyak kegiatan mereka dari Andi, anak yang bungsu. Katanya selama di Bekasi tidurnya ramai-ramai. Andi juga sekolah kayak home schooling. Andi lebih banyak bicara soal aktivitasnya," ucapnya.
Linda menjelaskan, Putri juga mempermasalahkan pelaporan dirinya ke polisi. Bahkan Putri mengaku malu setelah membaca semua pemberitaan di media massa.
"Dia juga komplain masalah rumah tangga. Padahal sebelum mereka pergi tidak pernah ada masalah. Saya juga sempat kesal dengan pernyataan Putri," ujarnya.
Terkait Gafatar yang diduga menjadi pemicu perginya Winarti dan dua anaknya, masih belum diketahui Linda. Namun secara tidak langsung, Winarti mengatakan jika Gafatar telah bubar pada Agustus 2015.
"Winarti cuma bilang pergi dari rumah karena pusing urusan rumah tangga. Tidak ada pernyataan Gafatar. Hanya memang dia menyatakan aqidahnya sudah lain. Sudah nyaman dengan keyakinan saat ini," katanya.
Meski begitu, Linda sangat yakin jika kakak iparnya memang menjadi anggota Gafatar. Apalagi Andi menyatakan jika selama di Bekasi dia sering diputarkan film.
"Pengakuan Putri dan Winarti selama di Bekasi kos bertiga. Tapi Andi bilang ramai-ramai tidurnya. Doktrin dari Gafatar ini sudah sangat menyesatkan," ucapnya.
Winarti dan Putri setidaknya masih menjalani pemeriksaan oleh petugas di Mapolres Garut sejak pukul 14.00 WIB. Sementara Andi, kembali bermain dengan teman sebayanya.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kepulangan tiga warga Garut tersebut.
(nag)