Bertugas Melayani Masyarakat, Bapak Nikita Terkena Ledakan

Kamis, 14 Januari 2016 - 18:04 WIB
Bertugas Melayani Masyarakat,...
Bertugas Melayani Masyarakat, Bapak Nikita Terkena Ledakan
A A A
JAKARTA - Seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun itu berdiri tepat di depan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Matanya melirik ke dalam ruang yang terhalang pintu kaca dan tubuh tiga orang satpam.

"Saya lagi tunggu Ibu di dalam lagi lihat bapak yang katanya kena ledakan bom," ujarnya, kepada wartawan, Kamis (14/1/2016).

Anak perempuan itu bernama Nikita Yolanda. Wajahnya polos. Pipinya tebal dan matanya rada sipit. Ditemani seorang pria yang mengaku tetangganya, dia berbisik bila bapaknya adalah seorang petugas polisi lalu lintas bernama Deny Wahyu.

Perempuan yang masih duduk di bangku SDN Tebet timur itu bercerita, sekitar pukul 11.00 WIB, dirinya dijemput oleh pria yang mendampinginya di depan IGD RSCM dan izin pulang lantaran mendengar kabar bapaknya terkena ledakan bom.

Saat itu, bapaknya sedang bertugas di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat. "Aku tinggal di Bukit Raya, Tebet, Jakarta Selatan," ungkap anak terakhir dari tiga bersaudara itu dijemput ibunya masuk ke ruang tunggu IGD.

Tanpa menyebutkan nama, pria yang menjaga Niki sedari tadi menunggu ibunya itu menuturkan bila dua kakak Niki tinggal di Banjar dan sedang menuju ke RSCM.

"Kalau saya cuma tetangganya. Satu daerah tinggal dengan Pak Denny," ujarnya singkat memasuki pintu kaca IGD.

Begitu juga dengan Ibu Niki. Perempuan berkerudung pink itu pun hanya meminta doanya dan langsung memasuki pintu masuk IGD tanpa sempat menyebutkan namanya.

"Bapak sedang dioperasi kakinya. Kata teman bapak, sebelum kejadian ada orang yang menemuinya di Pos Polisi Sarinah. Tiba-tiba ada ledakan dari dalam pospol," ujarnya.

Sekitar pukul 13.00 WIB, rombongan kepolisian yang terdiri dari Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Komisaris Jenderal Polisi Dwi Priyatno, Kepala Korlantas Mabes Polri, Irjen Pol Condro Kirono dan jajaranya datang memasuki ruang IGD.

Selang setengah jam, anggota Kompolnas Edi Saputra pun datang dan langsung memasuki ruang IGD. Edi keluar tidak berbarengan dengan rombongan kepolisian. Dia hanya sekitar setengah jam berada didalam IGD.

Saat keluar dari ruang IGD, Edi menuturkan sedikitnya ada tiga korban yang berada di dalam IGD. Salah satunya anggota polisi lalu lintas Aiptu Denny yang sedang dioperasi ditemani seorang istrinya.

"Ini sangat memprihatinkan. Kapolri harus segera menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai terulang kembali," ujarnya.

Bila melihat peristiwa kejadian, Edy menduga, pelaku peledakan dan penembakan di Sarinah, Thmarin, tadi pagi adalah organisasi ISIS. Bahkan, dia menyimpulkan bila peristiwa ini berkaitan dengan balas dendam dengan penangkapan kelompok ISIS di sejumlah daerah.

Kendati demikian, lanjut Edi, tindakan aksi terorisme itu bukanlah kecolongan dari pihak polisi.

"Ini bukan kecolongan, kenapa kejadian ini bisa saja terjadi. Namanya saat polisi siaga, mereka akan sembunyi, tapi saat polisi lengah baru mereka bergerak. Kami berharap masyarakat juga melaporkannya bila melihat ada yang mencurigakan disekitarnya," ungkap Edi yang langsung meninggalkan IGD RSCM dengan mobil hitamnya.

Tidak lama Edi pergi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo datang menemui korban ledakan bom Sarinah. Politikus PDIP itu pun tidak lama berada di dalam IGD.

Sebelum beranjak pergi, Tjahjo mengatakan Presiden akan menggelar rapat pada sore ini. Dia pun akan meminta Presiden agar semua korban ledakan ditanggung sepenuhnya oleh Negara.

"Ada tiga korban. Dua sipil dan satu anggota," ujarnya.

Sekira 15 menit Tjahjo keluar, Komjen Dwi Priyatno dan Irjenpol Condro Kirono pun keluar dan memberi pernyataan bila sedikitnya ada empat korban luka ledakan bom Sarinah yang berada di IGD.

"Ada empat yang dirawat, satu anggota polisi tiga masyarakat. Saya ngecek doang ke sini. Nanti Kapolri yang akan menjelaskan semuanya," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
KAI Buka Suara Terkait...
KAI Buka Suara Terkait Penangkapan Satu Pegawai Terduga Teroris
16 Tersangka Teroris...
16 Tersangka Teroris Ditangkap di Sumbar, BNPT: NII Harus Diwaspadai
Densus 88 Sebut Penangkapan...
Densus 88 Sebut Penangkapan Terduga Teroris Tak Hanya di Sumut dan Sumsel
2 Kelompok Teroris yang...
2 Kelompok Teroris yang Pernah Membajak Pesawat
Aksi Terorisme Masih...
Aksi Terorisme Masih Mengancam, Waspadai Radikalisme di Dunia Maya
Soal Penangkapan 3 Terduga...
Soal Penangkapan 3 Terduga Teroris, Mahfud Sebut Pemerintah Tak Larang Berpendapat
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
3 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
3 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
4 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
12 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
12 jam yang lalu
Infografis
Kemenkes Imbau Masyarakat...
Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada, Virus HMPV Merebak di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved