Pasien di Gunungkidul Ragu dengan Resep Obat BPJS

Kamis, 14 Januari 2016 - 03:03 WIB
Pasien di Gunungkidul...
Pasien di Gunungkidul Ragu dengan Resep Obat BPJS
A A A
GUNUNGKIDUL - Polemik pelayanan, Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) tidak berhenti pada masalah rujukan saja. Namun obat yang diberikan bagi pasien juga meragukan untuk menyembuhkan pasien.

Salah seorang warga Dusun Saban, Desa Karangwuni, Rongkop Bekti Wibowo Suptinarso mengaku heran dengan pelayanan asuransi pemerintah tersebut.

Dari obat yang diberikan untuk istrinya sebagai pasien ternyata membuat penyakit yang diderita istrinya semakin meluas. Waktu itu istrinya menderita penyakit kulit seperti kadas namun bukan kadas.

Begitu menerima obat, serta dioleskan lanjutnya, justru membuat penyakitnya tambah parah.

Usaha untuk mencari rujukan ke dokter spesialis pun tidak didapatkan meskipun dirinya sudah empat kali datang ke puskesmas.

"Akhirnya saya putuskan membawa istri saya ke dokter spesialis, atas nasihat saudara," katanya.

Setelah mendapatkan perawatan dokter spesialis dengan biaya sendiri, istrinya pun lega. Hal ini karena penyakitnya berangsur membaik. "Dua hari dioleskan langsung terlihat perbedaaannya," imbuh dia.

Dia kemudian melihat obat yang diberikan puskesmas dengan dokter spesialis. Setelah dicek, ternyata ada perbedaan kandungan obat dari dua obat yang berasal dari dokter puskesmas dan dokter spesialis tersebut.

"Terus terang saya bingung. Apakah ini karena salah deteksi dokter puskesmas, atau memang obat dari BPJS hanya seperti itu," lanjut mantan Anggota KPU Gunungkidul ini.

Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Supriyadi mengungkapkan, sudah banyak kasus pasien yang terkatung-katung lantaran peserta BPJS sering terlantar saat berobat.

Kondisi ini yang membuat koleganya juga berpikir ulang untuk ikut jaminan asuransi pemerintah meskipun sudah tidak ada lagi asuransi yang sebelumnya dicover pihak ketiga.
"Maksud kami semua jadi catatan. Perbaiki dulu pelayan pasien terutama pasien BPJS. Jadi kami juga lebih percaya dan mengikuti asuransi tersebut," katanya.

Menurutnya cerita pengobatan dan sistem rujukan yang berbelit-belit menjadi sebuah catatan besar yang harus dihilangkan.
(nag)
Berita Terkait
Viral, Warga Temukan...
Viral, Warga Temukan Puluhan Kartu BPJS dalam Tong Sampah di Bengkulu
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
3 Cara Cek Status Aktif...
3 Cara Cek Status Aktif Kepesertaan BPJS Kesehatan
3 Cara Cek Saldo BPJS...
3 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Online, Mudah Banget!
Cara Cairkan Saldo BPJS...
Cara Cairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan yang Masih Aktif Secara Online
Cara Mencairkan BPJS...
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Paklaring dengan Mudah
Berita Terkini
3 Warga Tewas dan 20...
3 Warga Tewas dan 20 Rumah Rusak Akibat Konflik di Flores Timur, Kemensos Turun Tangan
2 jam yang lalu
Peringatan BMKG: Gelombang...
Peringatan BMKG: Gelombang Tinggi Hantam Sejumlah Perairan Indonesia 20-23 Juli 2026, Ini Daftar Wilayahnya
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik 1.600 Meter
3 jam yang lalu
Kabar Duka, Ketua DPRD...
Kabar Duka, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal Dunia
4 jam yang lalu
Hujan Deras Guyur Bogor...
Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional
4 jam yang lalu
Rano Karno Jagokan Spanyol...
Rano Karno Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Prediksi Unggul Tipis dari Argentina
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved