Satu Keluarga Asal Jeneponto Hilang sejak Oktober 2015

Rabu, 13 Januari 2016 - 07:10 WIB
Satu Keluarga Asal Jeneponto...
Satu Keluarga Asal Jeneponto Hilang sejak Oktober 2015
A A A
MAKASSAR - Satu keluarga di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, yang terdiri dari suami, istri, dan dua anak serta seorang pekerja rumah tangganya hilang sejak Oktober 2015. Diduga, mereka menjadi pengikut organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar)

Kelimanya yakni Abdul Qadir Nasir (32), Hasriani Hafid (30), seorang anak laki-laki, Habiyan (3), seorang bayi perempuan, Berlian (6 bulan), dan seorang pembantu rumah tangga, Ratih (25). Mereka hilang sejak 20 Oktober 2015.

Ayah kandung Hasriani, Abdul Hafidz, yang dihubungi mengatakan, anak dan menantunya sejak beberapa tahun terakhir menjadi anggota organisasi Gafatar.

"Sejak tahun 2011, menantu saya itu Ketua Gafatar di Jeneponto, kalau di Sulsel dia sekretaris. Di rumahnya banyak buku-buku Gafatar," ujarnya, Selasa (12/1/2015) malam.

Ia menjelaskan, dirinya telah melaporkan perihal hilangnya anak, menantu, dan cucunya pada pihak Polda Sulselbar sejak November 2015. Namun, sampai tadi malam belum ada informasi mengenai keberadaan mereka.

Menurutnya, sejak meninggalkan rumah mereka di Jalan Lingkar, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Hasriani hanya menghubungi ibunya sebanyak satu kali, yakni pada Desember 2015 lalu.

"Cuma satu kali, tapi habis itu nomornya tidak pernah aktif," lanjutnya.

Sejak anaknya aktif di organisasi tersebut, dia mengatakan terjadi perubahan drastis pada ketaatan beragama keluarga anaknya tersebut. Hasriani yang merupakan PNS di Kabupaten Jeneponto tersebut disebutnya tidak lagi melaksanakan salat lima waktu, apalagi puasa Ramadan.

Ia mengaku khawatir melihat perubahan tersebut dan cemas terhadap keselamatan keluarganya saat ini. Karena itu, ia berharap aparat keamanan segera menemukan mereka.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan adanya orang hilang tersebut. Menurutnya hal itu sudah dilaporkan ke Polda Sulselbar pada November 2015.

"Kontak terakhir berada di Bandung 30 Desember 2015," jelasnya, Selasa (12/1/2016) malam.

Kabid Humas meminta agar hal ini menjadi perhatian Mabes Polri dan diharapkan masing-masing polres mendata warga yang hilang terutama mereka yang masuk kelompok tertentu.

"Kelompok Gafatar menjadi sorotan nasional dengan sepak terjangnya seperti digambarkan di atas," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Korban Tewas Aliran...
Korban Tewas Aliran Sesat Kenya Capai 95 Orang, 8 di Antaranya Anak-anak
Gempar, Pria di Maros...
Gempar, Pria di Maros Minta Izin Presiden Jokowi Buat Aliran Kepercayaan Baru ‘Tilaco’
Korban Tewas Sekte Sesat...
Korban Tewas Sekte Sesat Puasa Sampai Mati Tembus 109 Orang di Kenya
Korban Tewas Aliran...
Korban Tewas Aliran Sesat Kenya Capai 200, Lebih dari 600 Dilaporkan Hilang
Antisipasi Munculnya...
Antisipasi Munculnya Aliran Sesat, Kejari Sinjai Gelar Rakor Pakem
PBNU Minta Pemerintah...
PBNU Minta Pemerintah Serius Tangani Aliran Bab Kesucian di Gowa
Berita Terkini
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
18 menit yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
1 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
2 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
2 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
3 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia...
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia usai Mutasi TNI Oktober 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved