Sidak di Gandaria City, Dokter Asing Chiropractic Dibawa Petugas

Senin, 11 Januari 2016 - 19:15 WIB
Sidak di Gandaria City,...
Sidak di Gandaria City, Dokter Asing Chiropractic Dibawa Petugas
A A A
JAKARTA - Petugas gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan melakukan sidak di Klinik Chiropractic Indonesia di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan. Seorang dokter berkewarnegaraan asing terjaring dalam razia tersebut.

Inspeksi mendadak itu diawali dengan seorang petugas dari Dinkes yang berpura-pura menjadi pasien sekitar pukul 15.15 tadi sore. Lalu setengah jam kemudian seorang pria WNA yang ternyata seorang dokter klinik tersebut masuk dan mereka telah membuat janji untuk melakukan pengobatan.

Dalam komunikasi itu diketahui bila dokter asing tersebut seorang praktisi chiropractic bernama Thomas Dawson warga Australia dan menanyakan soal perizinannya. Saat itu, petugas gabungan masuk dan memeriksa kelengkapan dokumen dari Thomas.

Belakangan diketahui Thomas tidak memiliki izin untuk menjalankan pengobatan alternatif di Indonesia. Thomas hanya bisa menunjukkan paspornya saja.

Thomas berdalih telah memiliki izin untuk bekerja di Indonesia atau Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) tapi tidak sedang dibawanya ke klinik. "Hari ini saya hanya menggantikan praktisi lain yang sedang berlibur ke Korea Selatan," kata Thomas di tempat praktiknya, Senin (11/1/2016).

Petugas Kantor Imigrasi Jakarta Selatan lalu membawa Thomas untuk diperiksa. "Dia belum tentu salah, makanya kami periksa dulu di kantor," kata salah satu petugas Imigrasi Jaksel Rully.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes DKI Jakarta Maria Margaretha menerangkan, sesuai Permenkes 67/2013 tentang Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Warga Negara Asing, setiap dokter asing itu harus didampingi dua pendamping warga negara Indonesia yang memiliki izin.

"Tapi mereka tidak berizin semua. Rekomendasi dari negara asal dan negara kita pun tak ada," paparnya. Maria menambahkan, petugas juga tidak menemukan izin pada klinik tersebut.

Sehingga, pihaknya akan melakukan penutupan terhadap klinik tersebut lantaran bisa membahayakan nyawa pasien yang datang untuk melakukan pengobatan."Kita tidak keluarkan izin di sini. Tapi mereka beroperasi. Ini tidak bisa dibiarkan," pungkasnya.
(whb)
Berita Terkait
Kasus Bocah Meninggal...
Kasus Bocah Meninggal Dunia di RS Kartika Husada Berakhir Damai
Kronologi Jari Bayi...
Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Setahun Menanti, Bayi...
Setahun Menanti, Bayi 13 Bulan Diduga Korban Malapraktik Tak Kunjung Dapat Keadilan
Astaga! Jari Kelingking...
Astaga! Jari Kelingking Bayi 7 Bulan Dipotong Perawat hingga Putus
Jari Bayi Dipotong Perawat,...
Jari Bayi Dipotong Perawat, DPRD Panggil RS Muhammadiyah Palembang
Jari Bayi Putus Dipotong...
Jari Bayi Putus Dipotong Gunting, Perawat D Diperiksa Polisi
Berita Terkini
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
1 jam yang lalu
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
1 jam yang lalu
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
3 jam yang lalu
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
4 jam yang lalu
Kronologi Kecelakaan...
Kronologi Kecelakaan Maut Truk Rem Blong di Bekasi Timur, 1 Orang Tewas dan 5 Luka
4 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved