Pesantren Terbesar di Gunungkidul Terbakar, 1 Santri Tewas
Rabu, 06 Januari 2016 - 12:00 WIB
Pesantren Terbesar di Gunungkidul Terbakar, 1 Santri Tewas
A
A
A
GUNUNGKIDUL - Pondok pesantren terbesar di Gunungkidul PP Darul Quran Wal Irsyad terbakar dini hari tadi. Satu santri tewas terpanggang dalam peristiwa yang membuat ratusan santri tersebut kalang kabut.
Upaya memadamkan api pun dilakukan, namun kebakaran terus membesar. Tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan melakukan pemadaman. Sekitar pukul 03.00 WIB, api baru berhasil dipadamkan.
Informasi yang berhasil dihimpun dari lokasi kejadian, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 00.30 WIB.
Di mana asrama santri laki-laki yang berada di lantai dua tiba tiba saja terbakar. Api langsung membesar sehingga para santri yang belum lama terlelap lari tunggang langgang. Namun sayang salah satu santri, MIdzom Al Kafi (14) tewas terpanggang.
Korban diketahui warga Pendowoharjo, Sewon Bantul. Para santri tidak mengira jika salah satu rekannya masih terjebak di dalam ruangan kamarnya.
Korban diketahui setelah santri berkumpul dia tidak berada di titik kumpul. "Dia meninggal dan sudah menjadi arang tubuhnya," ucap salah satu santri, Fikri Haikal kepada wartawan pagi tadi.
Diapun terlihat trauma dengan kejadian tersebut. Saat lari, dia sudah tidak bisa mengetahui siapa saja yang ada di ruangan lantai dua tersebut.
"Saya tidak tahu, pokoknya saya berlari saja dari lantai dua turun tangga," ucapnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pondok pesantren.
Semua santri juga terduduk dan belum bisa banyak memberikan keterangan baik kepada petugas maupun media. Hanya saja informasi beredarn kebakaran bermua dari nyala lilin, karena saat kejadian listrik padam.
Tim Tagana dan juga pemadam juga terus berusaha mencari titik titik api yang belum padam hingga pukul 10.00 WIB.
Selain korban tewas, dua korban juga mengalami luka. Dia adalah Yogi (22) dan Muhammad Keiko (15). Semua sudah mendapatklan keterangan medis.
Upaya memadamkan api pun dilakukan, namun kebakaran terus membesar. Tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan melakukan pemadaman. Sekitar pukul 03.00 WIB, api baru berhasil dipadamkan.
Informasi yang berhasil dihimpun dari lokasi kejadian, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 00.30 WIB.
Di mana asrama santri laki-laki yang berada di lantai dua tiba tiba saja terbakar. Api langsung membesar sehingga para santri yang belum lama terlelap lari tunggang langgang. Namun sayang salah satu santri, MIdzom Al Kafi (14) tewas terpanggang.
Korban diketahui warga Pendowoharjo, Sewon Bantul. Para santri tidak mengira jika salah satu rekannya masih terjebak di dalam ruangan kamarnya.
Korban diketahui setelah santri berkumpul dia tidak berada di titik kumpul. "Dia meninggal dan sudah menjadi arang tubuhnya," ucap salah satu santri, Fikri Haikal kepada wartawan pagi tadi.
Diapun terlihat trauma dengan kejadian tersebut. Saat lari, dia sudah tidak bisa mengetahui siapa saja yang ada di ruangan lantai dua tersebut.
"Saya tidak tahu, pokoknya saya berlari saja dari lantai dua turun tangga," ucapnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pondok pesantren.
Semua santri juga terduduk dan belum bisa banyak memberikan keterangan baik kepada petugas maupun media. Hanya saja informasi beredarn kebakaran bermua dari nyala lilin, karena saat kejadian listrik padam.
Tim Tagana dan juga pemadam juga terus berusaha mencari titik titik api yang belum padam hingga pukul 10.00 WIB.
Selain korban tewas, dua korban juga mengalami luka. Dia adalah Yogi (22) dan Muhammad Keiko (15). Semua sudah mendapatklan keterangan medis.
(sms)