Mandi di Sungai, Nenek Arsih Malah Tewas Terseret Arus
Selasa, 05 Januari 2016 - 23:03 WIB
Mandi di Sungai, Nenek Arsih Malah Tewas Terseret Arus
A
A
A
SUBANG - Nahas menimpa Arsih binti Nurki, janda sebatangkara asal Kampung Wera Jaya RT.36/14 Kelurahan Dangdeur Kecamatan/Kabupaten Subang.
Nenek renta berusia 85 tahun yang kondisinya sudah mengalami kekurangan fisik, yakni pikun dan tidak mampu berjalan normal ini, tewas terseret arus sungai yang deras.
Sebelum ditemukan tewas, korban sempat dilaporkan menghilang dari rumah oleh keluarganya sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi.
Saat itu, korban ditengarai hendak mandi di sungai dekat rumahnya. Karena tak bisa berjalan normal, korban diduga berangkat menuju sungai dengan cara ngesot.
Disinyalir karena kondisinya sudah lemah dan renta, saat hendak mandi itulah, korban kemungkinan terjatuh, lalu terseret arus sungai yang deras, hingga terbawa ke kawasan Blok Sawah Kampung/Desa Cidahu RT.02/01 Kecamatan Pagaden Barat, yang berjarak sekitar dua kilometer lebih dari lokasi kejadian.
Pihak keluarga yang merasa kehilangan korban, lalu berupaya meminta bantuan warga sekitar dan aparat Polsek Pagaden untuk mencarinya.
"Setelah dilakukan pencarian selama 6 jam, korban berhasil ditemukan pukul 12.00 WIB di sungai kawasan Blok Sawah Cabang 1 Kampung Cidahu, dalam kondisi meninggal," ungkap Kapolsek Pagaden, Kompol Ojat Sudrajat.
Jasad korban lalu dievakuasi ke rumah sakit. Karena hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan bekas penganiayaan, jasad korban selanjutnya diambil pihak keluarga, dan saat ini sudah dikebumikan.
"Tak ada bekas penganiayaan. Cuma ada bekas benturan bebatuan dampak terseret arus. Saat ini korban sudah dimakamkan," pungkas Kompol Ojat.
Nenek renta berusia 85 tahun yang kondisinya sudah mengalami kekurangan fisik, yakni pikun dan tidak mampu berjalan normal ini, tewas terseret arus sungai yang deras.
Sebelum ditemukan tewas, korban sempat dilaporkan menghilang dari rumah oleh keluarganya sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi.
Saat itu, korban ditengarai hendak mandi di sungai dekat rumahnya. Karena tak bisa berjalan normal, korban diduga berangkat menuju sungai dengan cara ngesot.
Disinyalir karena kondisinya sudah lemah dan renta, saat hendak mandi itulah, korban kemungkinan terjatuh, lalu terseret arus sungai yang deras, hingga terbawa ke kawasan Blok Sawah Kampung/Desa Cidahu RT.02/01 Kecamatan Pagaden Barat, yang berjarak sekitar dua kilometer lebih dari lokasi kejadian.
Pihak keluarga yang merasa kehilangan korban, lalu berupaya meminta bantuan warga sekitar dan aparat Polsek Pagaden untuk mencarinya.
"Setelah dilakukan pencarian selama 6 jam, korban berhasil ditemukan pukul 12.00 WIB di sungai kawasan Blok Sawah Cabang 1 Kampung Cidahu, dalam kondisi meninggal," ungkap Kapolsek Pagaden, Kompol Ojat Sudrajat.
Jasad korban lalu dievakuasi ke rumah sakit. Karena hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan bekas penganiayaan, jasad korban selanjutnya diambil pihak keluarga, dan saat ini sudah dikebumikan.
"Tak ada bekas penganiayaan. Cuma ada bekas benturan bebatuan dampak terseret arus. Saat ini korban sudah dimakamkan," pungkas Kompol Ojat.
(nag)