Ahok Siapkan 2.000 Bus untuk Beroperasi di Jabodetabek
Selasa, 05 Januari 2016 - 07:23 WIB
Ahok Siapkan 2.000 Bus untuk Beroperasi di Jabodetabek
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mendatangkan sebanyak 2.000 bus yang akan melayani rute Jakarta ke Depok, Bekasi, Bogor dan Tangerang. Ini dilakukan Pemprov DKI karena sejumlah perusahaan bus enggan bergabung dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).
Padahal, Pemprov DKI menginginkan agar semua bus yang memiliki rute ke daerah mitra berada di bawah nauangan PT Transjakarta. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, bus Transjakarta harus masuk ke semua rute dan bukan hanya di jalur bus Transjakarta saja. Untuk itu Ahok memaksa seluruh pemain bus berada di bawah PT Transjakarta dan dibayar dengan sistem rupiah per kilometer.
Termasuk, para operator bus APTB, Biang Lala, Mayasari Bakti dan sebagainya yang melayani rute ke daerah mitra. Sayangnya, kata Ahok, hingga saat ini belum juga ada yang ingin masuk dengan sistem rupiah per kilometer.
Hingga, akhirnya terpaksa pada tahun ini Pemprov DKI menambah bus. "Sebetulnya saya enggak perlu beli bus kalau para operator mau ikut rupiah per kilometer. Kalau enggak mau ikut bersaing sama saya pasti Anda bangkrut. Saya mau berikan orang Jakarta, Tangerang, Bogor naik busnya murah," kata Ahok di Balai Kota Senin 4 Januari 2015 kemarin.
Ahok menjelaskan, sistem rupiah per kilometer itu lebih mudah ketimbang mencari penumpang. Apalagi bila semua terintegrasi ke jalur bus Transjakarta ataupun sebagai pengumpan. Masyarakat pun terlayani.
Artinya, apabila para operator tidak mau bergabung dengan sistem rupiah per kilometer, dan terintegrasi dengan bus Transjakarta, para operator tersebut akan tersingkir mengingat para penumpang hanya membayar Rp3.500.
Direktur Utama PT Transjakarta Antonius Kosasih mengatakan, pada tahun ini telah diisntruksikan untuk membeli 2.000 unit bus untuk memberikan kemudahan bagi warga DKI Jakarta dan masyarakat yang bertransportasi keluar-masuk DKI agar mau beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum Transjakarta.
Sambil menunggu pengadaan besar-besaran 2.000 bus baik dengan pembelian melalui e-Katalog LKPP maupun melalui skema Rp/km operator yang juga akan didaftarkan dalam e-Katalog LKPP, Kosasih akan mengoperasikan bus-bus yang ada dulu pada rute-rute gemuk tersebut sambil memproses
"Saat ini masih ada rute-rute bus kota di mana penumpangnya banyak tetapi bus-busnya masih belum memadai. Kami akan mengisinya. Tarif yang akan diterapkan juga sama yaitu Rp3.500 sekali jalan dan akan diintegrasikan juga dengan rute-rute Transjakarta. Sedikitnya 300 bus yang segera mengisi kekurangan angkutan bus kota melalui skema Rp/km," jelasnya.
Dengan didatangkannya 2.000 unit bus pada tahun ini, Kosasih yakin target 1 juta penumpang dalam sehari bisa terealisasi pada tahun ini.
Padahal, Pemprov DKI menginginkan agar semua bus yang memiliki rute ke daerah mitra berada di bawah nauangan PT Transjakarta. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, bus Transjakarta harus masuk ke semua rute dan bukan hanya di jalur bus Transjakarta saja. Untuk itu Ahok memaksa seluruh pemain bus berada di bawah PT Transjakarta dan dibayar dengan sistem rupiah per kilometer.
Termasuk, para operator bus APTB, Biang Lala, Mayasari Bakti dan sebagainya yang melayani rute ke daerah mitra. Sayangnya, kata Ahok, hingga saat ini belum juga ada yang ingin masuk dengan sistem rupiah per kilometer.
Hingga, akhirnya terpaksa pada tahun ini Pemprov DKI menambah bus. "Sebetulnya saya enggak perlu beli bus kalau para operator mau ikut rupiah per kilometer. Kalau enggak mau ikut bersaing sama saya pasti Anda bangkrut. Saya mau berikan orang Jakarta, Tangerang, Bogor naik busnya murah," kata Ahok di Balai Kota Senin 4 Januari 2015 kemarin.
Ahok menjelaskan, sistem rupiah per kilometer itu lebih mudah ketimbang mencari penumpang. Apalagi bila semua terintegrasi ke jalur bus Transjakarta ataupun sebagai pengumpan. Masyarakat pun terlayani.
Artinya, apabila para operator tidak mau bergabung dengan sistem rupiah per kilometer, dan terintegrasi dengan bus Transjakarta, para operator tersebut akan tersingkir mengingat para penumpang hanya membayar Rp3.500.
Direktur Utama PT Transjakarta Antonius Kosasih mengatakan, pada tahun ini telah diisntruksikan untuk membeli 2.000 unit bus untuk memberikan kemudahan bagi warga DKI Jakarta dan masyarakat yang bertransportasi keluar-masuk DKI agar mau beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum Transjakarta.
Sambil menunggu pengadaan besar-besaran 2.000 bus baik dengan pembelian melalui e-Katalog LKPP maupun melalui skema Rp/km operator yang juga akan didaftarkan dalam e-Katalog LKPP, Kosasih akan mengoperasikan bus-bus yang ada dulu pada rute-rute gemuk tersebut sambil memproses
"Saat ini masih ada rute-rute bus kota di mana penumpangnya banyak tetapi bus-busnya masih belum memadai. Kami akan mengisinya. Tarif yang akan diterapkan juga sama yaitu Rp3.500 sekali jalan dan akan diintegrasikan juga dengan rute-rute Transjakarta. Sedikitnya 300 bus yang segera mengisi kekurangan angkutan bus kota melalui skema Rp/km," jelasnya.
Dengan didatangkannya 2.000 unit bus pada tahun ini, Kosasih yakin target 1 juta penumpang dalam sehari bisa terealisasi pada tahun ini.
(whb)