Amnesti untuk Din Minimi, Sutiyoso Diminta Yakinkan Presiden

Jum'at, 01 Januari 2016 - 02:29 WIB
Amnesti untuk Din Minimi,...
Amnesti untuk Din Minimi, Sutiyoso Diminta Yakinkan Presiden
A A A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyoal rencana pemberian amnesti kepada kelompok Din Minimi, kelompok separatis di Aceh, setelah berhasil dibujuk turun gunung oleh Kepala BIN Sutiyoso.

Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo melihat hal itu bukan masalah yang mendasar. Dalam demokrasi, perbedaan pandangan itu wajar, yang penting asas kemanfaatan yang lebih besar harus menjadi pertimbangan.

"Dalam hal ini Kapolri benar, bahwa memang Kepala BIN tidak memiliki wewenang memberikan amnesti. Karena wewenang itu ada di Presiden. Tetapi Bang Yos (sapaan Sutiyoso) juga tidak bisa disalahkan, kalau dalam nego-nego itu disinggung soal amnesti," Kata Karyono Wibowo dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Kamis 31 Desember 2015.

Menurut dia, kalaupun Bang Yos menyinggung soal amnesti, itu pasti dalam kerangka menawarkan sesuatu agar bujukannya ini berhasil. Sambungnya, Itu sah juga karena Bang Yos sebagai pembantu Presiden melaksanakan apa yang menjadi keinginan Presiden agar konflik ditangani tanpa ada kekerasan.

"Tidak mungkin orang itu akan terbujuk kalau tidak ada tawaran-tawaran yang menguntungkan dirinya," pungkasnya.

Oleh karena kewenangan amnesti ada di Presiden, lanjut Karyono, tugas Bang Yos sekarang adalah meyakinkan Presiden bahwa kelompok Din Minimi ini layak untuk diberikan amnesti.

"Bang Yos dan timnya harus memberikan data-data akurat bahwa kelompok Din Minimi ini sudah bertobat, sudah mau kembali ke jalan yang benar, tidak mengulangi perbuatannya dan akan mengajak serta anggota lainnya yang masih di hutan. Saya kira Bang Yos memiliki kapasitas untuk melakukan itu," tambahnya.

Kelebihan penyelesaian masalah dengan pendekatan dialogis ini, lanjut Karyono, selain meniadakan jumlah korban jiwa, cara ini juga dianggap lebih manusiawi dan beradab. (Baca: Cerita Bang Yos Temui Din Minimi)

"Siapa tahu dengan pendekatan kemanusiaan seperti ini, akan menyentuh anggota lain untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Berbeda dengan pendekatan represif yang akan menimbulkan korban jiwa dan balas dendam berkepanjangan," pungkasnya.

Meski demikia, tambahnya, BIN harus hati-hati, mengingatkan sisi negatif dari pendekatan dialogis. Karena, kelompok separatis itu bisa berpikiran kalau BIN itu lemah.

"Ini bisa berbahaya. Sebagai alat negara, BIN tidak boleh lemah dan lengah. Ketika BIN lemah dan lengah, ini akan menjadi ancaman bagi keamanan negara," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Deteksi Dini Penting...
Deteksi Dini Penting untuk Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban
Kapolres Pinrang Harap...
Kapolres Pinrang Harap Dukungan Semua Pihak Ciptakan Keamanan dan Ketertiban
Kapolres Ajak Pengurus...
Kapolres Ajak Pengurus Parpol Jaga Keamanan dan Ketertiban di Maros
Pos Terpadu Diharapkan...
Pos Terpadu Diharapkan Mampu Jaga Keamanan dan Ketertiban di Bulukumba
Ingin Ekonomi Pulih,...
Ingin Ekonomi Pulih, Pengusaha Minta Stabilitas Keamanan dan Ketertiban di Ibu Kota
Gangguan Keamanan Jakarta...
Gangguan Keamanan Jakarta Paling Banyak Dilaporkan melalui Kanal Pemprov DKI
Berita Terkini
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
1 jam yang lalu
Penampakan Tiang dan...
Penampakan Tiang dan Tangga JPO Tendean Dipotong Petugas Gabungan
3 jam yang lalu
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi...
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi Pemkab Bandung dalam Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
3 jam yang lalu
Bangun Budaya Peduli...
Bangun Budaya Peduli Lingkungan, SDN Keranggan Tangsel Bidik Adiwiyata Nasional
4 jam yang lalu
Suasana Terkini Arus...
Suasana Terkini Arus Lalin di Tendean saat Pembongkaran JPO, Jalan Arah Blok M Ditutup
4 jam yang lalu
Polisi Tangkap Pembunuh...
Polisi Tangkap Pembunuh Driver Ojol yang Tidur di Pangkalan
4 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved