Ini Cara Ahok Kurangi Kendaraan Pribadi Masuk Jakarta
Selasa, 22 Desember 2015 - 23:23 WIB
Ini Cara Ahok Kurangi Kendaraan Pribadi Masuk Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggulirkan wacana peningkatan subsidi angkutan massal. Langkah ini diambil untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi masuk ke jalan di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, penambahan subsidi angkutan akan dilakukannya untuk memanfaatkan sejumlah anggaran yang dipangkas oleh DPRD.
"Kami akan taruh untuk beli bus, atau belanja subsidi pengguna angkutan. Jadi tahun depan, subsidi akan lebih besar dibandingkan sekarang," kata Ahok saat menjawab kelebihan uang pascadipangkas oleh Banggar di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (22/12/2015).
Rencana itu, kata Ahok, dipercaya akan membuat sejumlah warga kota satelit seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang untuk beralih menggunakan kendaraan umum. Sehingga mampu mengurangi jumlah angkutan kendaraan pribadi, terutama motor yang saat ini semakin tak tertahankan.
Dalam wacana ini, lanjut Ahok, akan membuat penumpang bus dari sejumlah kota satelit, cukup membayar Rp3.500 untuk menggunakan APTB yang sudah ada di sejumlah ruas jalan menuju Jakarta. Syaratnya, pegawai yang gajinya UMP cukup mendaftar ke Bank DKI, maka otomatis akan membuat pegawai itu gratis naik Transjakarta.
"Karena orang pasti pada mikir, ngapain saya capek-capek naik motor, bensin Rp7.000, mending motor saya titipin ke rumah siapa, saya naik bus, langsung dari Tangerang atau Bekasi," jelas Ahok.
Saat ini, wacana itu masih dalam kajian Pemprov DKI Jakarta, salah satunya masih melakukan koordinasi dengan kota-kota penyalur kendaraan pribadi seperti Bekasi, Depok, Tangerang, termasuk Bogor.
"Kalau duit kita cukup, Bogor pun Rp3.500 sampai DKI. Jadi buat bus yang enggak mau gabung sama kami, pasti selesai (gulung tikar) dia," kata mantan Anggota Komisi II DPR ini.
Lebih lanjut, suami dari Veronica Tan ini menyayangkan dengan enggannya sejumlah sopir Metro Mini untuk bergabung dengan pemprov. Hal itu pun yang membuat keinginan pemprov untuk pengoperasian kendaraan massal Metro Mini selama 24 jam menjadi terkendala lantaran sopir yang ada masih kurang.
Padahal, penggabungan itu dipercaya akan membuat ekonomi sopir menjadi sejahtera. Karena, sejumlah sopir akan digaji dua kali UMP termasuk BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan. Selain itu persyaratannya juga sangat mudah lantaran Pemprov DKI tidak membatasi umur sopir maupun ijazahnya.
"Yang penting sehat. Nanti, pelatihannya kami siapkan, di Bekasi dan Tangerang," jelas Ahok.
PILIHAN:
Ini Ancaman Dishub untuk Metro Mini yang Demo di Kantor Ahok
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, penambahan subsidi angkutan akan dilakukannya untuk memanfaatkan sejumlah anggaran yang dipangkas oleh DPRD.
"Kami akan taruh untuk beli bus, atau belanja subsidi pengguna angkutan. Jadi tahun depan, subsidi akan lebih besar dibandingkan sekarang," kata Ahok saat menjawab kelebihan uang pascadipangkas oleh Banggar di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (22/12/2015).
Rencana itu, kata Ahok, dipercaya akan membuat sejumlah warga kota satelit seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang untuk beralih menggunakan kendaraan umum. Sehingga mampu mengurangi jumlah angkutan kendaraan pribadi, terutama motor yang saat ini semakin tak tertahankan.
Dalam wacana ini, lanjut Ahok, akan membuat penumpang bus dari sejumlah kota satelit, cukup membayar Rp3.500 untuk menggunakan APTB yang sudah ada di sejumlah ruas jalan menuju Jakarta. Syaratnya, pegawai yang gajinya UMP cukup mendaftar ke Bank DKI, maka otomatis akan membuat pegawai itu gratis naik Transjakarta.
"Karena orang pasti pada mikir, ngapain saya capek-capek naik motor, bensin Rp7.000, mending motor saya titipin ke rumah siapa, saya naik bus, langsung dari Tangerang atau Bekasi," jelas Ahok.
Saat ini, wacana itu masih dalam kajian Pemprov DKI Jakarta, salah satunya masih melakukan koordinasi dengan kota-kota penyalur kendaraan pribadi seperti Bekasi, Depok, Tangerang, termasuk Bogor.
"Kalau duit kita cukup, Bogor pun Rp3.500 sampai DKI. Jadi buat bus yang enggak mau gabung sama kami, pasti selesai (gulung tikar) dia," kata mantan Anggota Komisi II DPR ini.
Lebih lanjut, suami dari Veronica Tan ini menyayangkan dengan enggannya sejumlah sopir Metro Mini untuk bergabung dengan pemprov. Hal itu pun yang membuat keinginan pemprov untuk pengoperasian kendaraan massal Metro Mini selama 24 jam menjadi terkendala lantaran sopir yang ada masih kurang.
Padahal, penggabungan itu dipercaya akan membuat ekonomi sopir menjadi sejahtera. Karena, sejumlah sopir akan digaji dua kali UMP termasuk BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan. Selain itu persyaratannya juga sangat mudah lantaran Pemprov DKI tidak membatasi umur sopir maupun ijazahnya.
"Yang penting sehat. Nanti, pelatihannya kami siapkan, di Bekasi dan Tangerang," jelas Ahok.
PILIHAN:
Ini Ancaman Dishub untuk Metro Mini yang Demo di Kantor Ahok
(mhd)