Anak Pedagang Manisan Bisa Cari Ilmu ke Negeri China

Senin, 21 Desember 2015 - 00:33 WIB
Anak Pedagang Manisan...
Anak Pedagang Manisan Bisa Cari Ilmu ke Negeri China
A A A
PALEMBANG - Alan Teo Diner, namanya terkesan seperti bukan anak kelahiran Indonesia. Namun dia adalah kelahiran Sumatera Selatan.

Ibu Alan menghidupi ketiga orang anaknya dengan berjualan manisan. Meski penghasilannya tak seberapa, kini dia bisa melihat Alan menjadi salah satu mahasiswa di Nanjing Politechnic Institute (NJPI).

"Ibu sudah bekerja keras untuk menghidupi kami sekeluarga sendirian. Satu-satunya balasan yang dapat saya berikan adalah dengan belajar rajin dan berjuang untuk menjadi yang terbaik," cerita Alan.

Alan telah menunjukkan prestasinya sejak Sekolah Dasar. Prestasi tersebut terus dipertahankan hingga SMA.

Tak hanya berhasil menyabet juara umum pada tingkat SMP, dia juga rajin beraktivitas sampai menyabet gelar sebagai salah satu dari 100 ketua OSIS terbaik di Indonesia.
Berbagai prestasi tersebut yang kemudian menghantarkan Alan untuk sampai di bangku kuliah di Nanjing Politechnic Institute.

"Saya beruntung menjadi salah satu dari penerima beasiswa Program Kuliah Gratis dari Pemerintah Sumatera Selatan. Melalui program tersebut, saya akhirnya bisa mencari ilmu sampai ke negeri China," lanjutnya.

Program Kuliah Gratis atau disebut PKG merupakan inovasi dari pemerintah Sumatera Selatan. Program tersebut menyasar secara spesifik anak-anak yang memiliki potensi akademik namun berasal dari keluarga miskin.

"Program Kuliah Gratis kami fokuskan untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak cerdas dari keluarga miskin. Tanpa adanya bantuan dari pemerintah mereka tidak akan mendapatkan kesempatan belajar," ujar Alex Nurdin Gubernur Sumatera Selatan.

Program Kuliah Gratis yang dilaksanakan oleh pemerintah Sumatera Selatan merupakan inisiatif dari Alex Noerdin sejak menjadi Bupati di Musi Banyuasin (Muba).

Inisiatif tersebut diteruskan ketika dirinya menjadi Gurbernur. Berbekal keberhasilan di Muba, Alex kemudian meluncurkan program PKG dengan skala yang lebih besar.

Dana yang dialokasikan Pemprov Sumsel untuk PKG sebesar 120 miliar untuk 8.000 mahasiswa. Anggaran tersebut akan direalisasikan secara bertahap dalam empat tahun.
Pelaksanaan PKG ditetapkan dalam Peraturan Daerah No.3/2015 tentang Kuliah Gratis dan Peraturan Gubernur Sumsel No.22/2015 tentang Kuliah Gratis.

Kedua peraturan tersebut memuat tentang tekhnis pelaksanaan kuliah gratis seperti skema penerimaan, syarat mahasiswa, mekanisme penyaluran bantuan, bidang ilmu dan perguruan tinggi serta kuota mahasiswa yang menerima bantuan setiap tahun.

“Program Kuliah Gratis hanya membutuhkan komitmen dari Kepala Daerah,” jelas Alex Noerdin. "Berbekal komitmen yang besar, PKG dapat dilaksanakan tanpa harus menjadi daerah dengan PAD terkaya di Indonesia," lanjutnya.

Upaya Pemprov Sumsel untuk mendorong inovasi tersebut tidak tanggung-tanggung. Pihak Pemprov menggandeng berbagai stakeholder pendidikan di Indonesia dan luar negeri seperti Universitas Sriwijaya, UIN Raden Fatah, Politeknik Sriwijaya, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Negeri Jakarta, SEAMEO SEAMOLEC, STP Shahid, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Nanjing (Tiongkok), Universitas Jiangsu (Tiongkok), dan Universitas Jeiju (Korea Selatan).

"Tahap awal PKG diberikan untuk 2.000 mahasiswa untuk bersekolah di Indonesia ataupun di luar negeri," Ujar Alex.

Pada 2014, Pemprov Sumsel telah mengirim sembilan orang ke Cina yaitu: 1 orang di Nanjing College Chemical of Technology (NJIST), 5 orang di Nanjing Institute Railway of Technology, dan 3 orang di Jiangsu Institute of Commerce.

Selanjutnya pada 2015, mahasiswa PKG yang dikirim ke China yakni 5 orang di Design WUXI Institute of Technology untuk jurusan Fine Art and Design dan 25 orang di Nanjing College Chemical of Technology (NJIST) untuk jurusan Mechanical Technology, Marketing, Mechanical and Electrical Equipment Repair and Management, dan Mechatronics Technology.

Saat ini terdapat 5 orang yang mengikuti Pre-departure Training di SEAMEO SEAMOLEC yang akan berangkat ke WUXI Institute of Technology.

Selain itu, 30 orang sedang mengikuti Pre-departure Training selama tiga bulan di STP Sahid sebelum berangkat ke Jepang.

"Harapannya mereka setelah lulus dapat kembali berbakti untuk daerahnya sesuai dengan bidang ilmu yang mereka miliki," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Cerita Inspiratif Albis...
Cerita Inspiratif Albis Group Bertahan Hadapi Ketatnya Persaingan Industri Fashion
Peluang di Tengah Pandemi...
Peluang di Tengah Pandemi dan Rekrut Karyawan Terkena PHK
Kisah Inspiratif Polisi...
Kisah Inspiratif Polisi Bripka Rosudin Kosnadi Jualan Es Jagung, Sehari Raup Rp900.000
Inspiratif, Anggota...
Inspiratif, Anggota Babinsa Kodim Pekalongan Ini Sukses Ternak Kelinci Hias
Green Nitrogen Luncurkan...
Green Nitrogen Luncurkan Dua Produk Unggulan Hadapi Covid-19
Menginspirasi lewat...
Menginspirasi lewat Buku Bertumbuh Bermimpi
Berita Terkini
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
36 menit yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
40 menit yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
1 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
2 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
3 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
11 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved