Dugaan Tewasnya Ketua Perindo Medan Johor akibat Dianiaya Menguat

Sabtu, 19 Desember 2015 - 21:50 WIB
Dugaan Tewasnya Ketua...
Dugaan Tewasnya Ketua Perindo Medan Johor akibat Dianiaya Menguat
A A A
MEDAN - Kasus meninggalnya, kader Perindo Medan Johor Gidion Ginting dinilai banyak kejanggalan karena diduga kuat akibat dianiaya.

Karena saat di Rumah Sakit Bhayangkara Polri, pada jasad korban yang berada di ruang mayat terlihat sejumlah bagian tubuhnya mengalami perubahan warna.

Di bagian perut sebelah kiri hingga ke bagian bahu terlihat berwarna merah, sementara di bagian betis sebelah kiri dan selangkangan juga terdapat warnah merah.

Selain itu terlihat sejumlah kader Perindo Medan dan Sumut menunggu hasil autopsi. Tidak hanya kader Perindo, keluarga korban juga berada di rumah sakit menunggu hasil pemeriksaan tim medis, apa sebenarnya penyebab meninggalnya, almarhum Gidion Ginting yang dikenal luwes di Partai Perindo ini.

Di Rumah Sakit Bhayangkara, adik ipar korban, Arison Sembiring mengatakan, saat diperiksa bersama lima orang petugas sekuriti di Polresta Medan dia sempat mendengar keterangan salah seorang sekuriti.

Dalam keterangan sekuriti tersebut kepada penyidik mengatakan bahwa mereka disuruh oknum polisi untuk menarik paksa korban ke pos jaga.

"Pas aku datang bersamaan dengan lima orang sekuriti di ruang penyidik, salah satu sekuriti bernama Suratno bilang kalau mereka disuruh oleh oknum polisi. Saya dan lima sekuriti kemarin diperiksa masih sebagai saksi. Sesudah kejadian aku sempat ditelepon oleh almarhum. Tapi aku enggak bisa hadir. Ya harapan kita agar oknum polisi itu ditindak tegas," ujar Arison, Sabtu (18/12/2015).

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara AKBP Farid Alamsyah ketika dikonfirmasi belum bisa menyimpulkan apa sebenarnya penyebab kematian korban.

"Hasil sementara memang enggak ada tanda-tanda kekerasan. Kita perlu memeriksa bagian organ dalam tubuh korban. Pemeriksaan dalam (patologi) perlu memakan waktu dua pekan lebih," beber AKBP Farid Alamsyah.
(sms)
Berita Terkait
RPA Perindo Terima SP2HP...
RPA Perindo Terima SP2HP Kasus Dugaan Penganiayaan Wanita di Depok
Kasus Dugaan Penganiayaan...
Kasus Dugaan Penganiayaan Remaja di Depok, RPA Perindo Lindungi Korban Secara Maksimal
RPA Partai Perindo Komitmen...
RPA Partai Perindo Komitmen Berikan Pendampingan Remaja Perempuan Korban Penganiayaan hingga Tuntas
RPA Partai Perindo Dampingi...
RPA Partai Perindo Dampingi Wanita Muda Korban Penganiayaan Kekasih di Polres Depok
RPA Perindo Yakin Kekasih...
RPA Perindo Yakin Kekasih Pelaku Penganiayaan Wanita di Depok Jadi Tersangka
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anak DPR RI Terhadap DSA
Berita Terkini
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
2 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
2 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
3 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
3 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
4 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
5 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved