Tak Terima Ditanya Soal KJP, Ahok Maki-maki Warga Koja

Kamis, 10 Desember 2015 - 18:05 WIB
Tak Terima Ditanya Soal...
Tak Terima Ditanya Soal KJP, Ahok Maki-maki Warga Koja
A A A
JAKARTA - Seorang warga Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara nekat menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai menghadiri rapat Banggar di DPRD DKI Jakarta Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. Kedatangan warga Koja yang diketahui bernama Yusri Isnaini guna menanyakan perihal Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik anaknya.

Yusri yang menemui Ahok menggunakan jilbab putih, dan berpakaian serba putih itu juga terpaksa harus bersedih hati. Karena, orang nomor satu di DKI Jakarta itu bukannya menerima dengan tangan terbuka keluhan yang datang dari warganya, tapi malah marah-marah.

Bahkan, Ahok menuding kalau Yusri adalah oknum yang kerap menyelewengkan anggaran KJP milik anaknya.

"‎Ibu kenapa mencairkan duit KJP di toko? Ini bukan tokonya yang salah, tapi Ibu yang salah," kata Ahok dengan nada tinggi kepada Yusri di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015).

Tidak hanya itu, mantan Anggota Komisi II DPR ini juga menuding Yusri telah melakukan kriminalitas. Maka itu, kata dia, warga Koja itu sudah seharusnya dijebloskan ke penjara.

"Bukan cuma toko yang maling. Ibu juga maling. Catat namanya, periksa, penjarakan saja dia (Yusri)," kata Ahok ketus kepada wanita tersebut.

Mendapat perlakukan tersebut, Yusri mengaku hanya ingin menanyakan kepada Ahok pencairan dana KJP. Kini, dana KJP sudah tidak bisa ditarik tunai, melainkan melalui sistem non tunai.

"Saya bingung, Pak Gubernur malah menyalahkan saya. Mungkin Pak Gubernur malu kali ya, kenapa saya cerita di umum, harusnya kalau beliau datang ke kantor, ngomong secara lisan dan tidak dibuka untuk umum. Saya ingin ada perubahan mekanisme penggunaan KJP, jangan dipersulit," tuturnya.

Yusri juga tidak terima dengan tudingan orang nomor satu di Jakarta itu. Karena, apa yang dilakukan merupakan perintah dari toko yang ada di pasar tempatnya membeli peralatan sekolah.

"Itu karena dari pasar tersebut, kalau mau belanja seragam sekolah harus dicairkan dahulu uangnya, dan di sini jangan saya yang disalahkan oleh Pak Gubernur. Saya enggak mau, saya mau menyampaikan keluhan saya seperti ini, tolong atas nama anak saya jangan dicabut KJP-nya kalau dicabut keterlaluan banget," tukas Yusri.

Dia juga menilai, mantan politikus Partai Gerindra dan Partai Golkar itu sosok yang egois. Karena hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan keluhan dari rakyatnya.

"Ini namanya Pak Gubernur mau menang sendiri, karena enggak melihat rakyatnya kesulitan," tukasnya.

PILIHAN:

Temannya Ditikam, Ratusan Driver Go-Jek Kepung Sunter Mall

Masukkan Anggaran Siluman Rp700 M, Ahok: Berani Banget!
(mhd)
Berita Terkait
Orang Tua Cairkan Dana...
Orang Tua Cairkan Dana Kartu Jakarta Pintar Plus
Digadaikan ke Rentenir,...
Digadaikan ke Rentenir, KJP Ratusan Pelajar Kalideres Terancam Dicabut
Dana KJP Cair, Bank...
Dana KJP Cair, Bank DKI Harap Pemegang Kartu Patuhi PSBB
Pencairan Telat, Ratusan...
Pencairan Telat, Ratusan Orang Tua Gadaikan KJP di Toko Perlengkapan Sekolah
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
Berita Terkini
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
44 menit yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
2 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
2 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
3 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
4 jam yang lalu
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved