Sopir dan Kernet Metro Mini Maut Meninggal di RS
Minggu, 06 Desember 2015 - 18:10 WIB
Sopir dan Kernet Metro Mini Maut Meninggal di RS
A
A
A
JAKARTA - Karena luka-luka yang dideritanya cukup parah, sopir dan kernet Metro Mini B80 Kalideres - Jembatan Lima akhirnya meninggal di RS Sumber Waras, Jakarta Barat.
"Dia (Asmadi, sopir Metro Mini Maut) meninggal di RS bersama kernetnya Agus, totalkorban meninggal dunia menjadi 18 orang," Kata Kabid Dokes Polda Metro Jaya Kombes Pol Musyafak, Minggu (6/12/2015).
Dia melanjutkan, korban mengalami trauma berat dikepala sehingga mengalami pendarahan yang cukup parah. Sampai saat ini sudah enam orang teridentifikasi dari anthe morthem seperti sidik jari dan ciri-ciri fisi lainnya.
Menurutnya, pihaknya menuurnkan personel dari DVI untuk mengidentifikasi korban. "Sekarang tim Inavis sedang melakukan identifikasi sidik jari dan lainnya," tuturnya. (Baca: Commuter Line Tabrak Metro Mini di Perlintasan Angke)
Salah seorang teman korban kecelakaan bernama Tamuji, Budi mengtakan, saat insiden tersebut terjadi dirinya berada di belakang Metro Mini maut tersebut. "Saya naik metro yang dibelakang, kalo temen saya di depan saya," katanya.
Menurutnya, saat itu ada tiga metro mini. "Pertama itu berhasil nerobos,yang kedua itu temen saya langsung ditabrak," ujarnya. Korban langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.
Saatitu, memang tiga metro mini tersebbut sedang kebut-kebutan. Bahkan, metro mini yang korban tumpangi terlihat ingin menyusul mobil di depannya.
Makanya, saat metro mini yang pertama berhasil menerobos kemungkinan sang sopir juga ingin melakuan hal yang sama. Namun nahas, saat melintas di pertengahan rel mobil disambar oleh KRL.
PILIHAN:
Kecewa Tak Diantar, teman DItikam Hingga Tewas
"Dia (Asmadi, sopir Metro Mini Maut) meninggal di RS bersama kernetnya Agus, totalkorban meninggal dunia menjadi 18 orang," Kata Kabid Dokes Polda Metro Jaya Kombes Pol Musyafak, Minggu (6/12/2015).
Dia melanjutkan, korban mengalami trauma berat dikepala sehingga mengalami pendarahan yang cukup parah. Sampai saat ini sudah enam orang teridentifikasi dari anthe morthem seperti sidik jari dan ciri-ciri fisi lainnya.
Menurutnya, pihaknya menuurnkan personel dari DVI untuk mengidentifikasi korban. "Sekarang tim Inavis sedang melakukan identifikasi sidik jari dan lainnya," tuturnya. (Baca: Commuter Line Tabrak Metro Mini di Perlintasan Angke)
Salah seorang teman korban kecelakaan bernama Tamuji, Budi mengtakan, saat insiden tersebut terjadi dirinya berada di belakang Metro Mini maut tersebut. "Saya naik metro yang dibelakang, kalo temen saya di depan saya," katanya.
Menurutnya, saat itu ada tiga metro mini. "Pertama itu berhasil nerobos,yang kedua itu temen saya langsung ditabrak," ujarnya. Korban langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.
Saatitu, memang tiga metro mini tersebbut sedang kebut-kebutan. Bahkan, metro mini yang korban tumpangi terlihat ingin menyusul mobil di depannya.
Makanya, saat metro mini yang pertama berhasil menerobos kemungkinan sang sopir juga ingin melakuan hal yang sama. Namun nahas, saat melintas di pertengahan rel mobil disambar oleh KRL.
PILIHAN:
Kecewa Tak Diantar, teman DItikam Hingga Tewas
(ysw)