Usai Jenguk Calon Kades, Warga Patokbeusi Sekarat Dibacok Begal
Sabtu, 28 November 2015 - 15:39 WIB
Usai Jenguk Calon Kades, Warga Patokbeusi Sekarat Dibacok Begal
A
A
A
SUBANG - Sandi Purnama (18) pemuda Kp Prapatan RT 20/06 Desa Tanjungrasa Kaler, Kecamatan Patokbeusi, Subang, terpaksa dilarikan ke RS Siloam Purwakarta karena menderita luka parah akibat dibacok tiga begal.
Informasi yang dihimpun, peristiwa pembegalan yang terjadi pukul 18.00 WIB pada Jumat malam 27 November ini, bermula ketika korban dalam perjalanan pulang, usai bersilaturahmi ke rumah salah satu calon kepala desa (kades) di wilayah desa tetangga.
Saat itu korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha vega R T 4535 FM, sedang melaju di Jalan Raya Pantura Patokbeusi.
Ketika melintas depan toko material bangunan di kawasan Kampung Prapatan, yang kondisi jalannya sepi, tiba-tiba korban dipepet kendaraan motor honda beat warna hitam yang ditumpangi tiga orang diduga begal.
Korban pun dipaksa berhenti agar menyerahkan kendaraannya. Namun karena melawan, korban lalu dibacok pelaku di bagian kepala menggunakan senjata tajam jenis parang, sehingga menderita luka robek parah.
Korban sempat meminta bantuan warga setempat dan berupaya mengejar ketiga pelaku yang kabur.
Namun karena pendarahan akibat luka bacokan, korban tak mampu mengejar dan akhirnya pingsan.
Warga yang mendapati korban tergeletak berlumuran darah, kemudian membawanya ke Klinik Medika Cikalong.
"Tapi karena lukanya parah, korban kami rujuk ke RS Siloam Purwakarta. Dia mengalami luka bacok cukup dalam di kepala, sehingga harus mendapat 12 jahitan," ujar H Ading, tetangga korban, Sabtu (28/11/2015).
Peristiwa pembegalan ini langsung dilaporkannya kepada Babinsa Desa Tangjungrasa Kaler, Briptu Ramdan, dan kini masih ditangani Unit Reskrim Polsek Patokbeusi.
"Kejadian ini masih diselidiki petugas polsek. Ketiga pelakunya sedang dikejar, mudah-mudahan segera ditangkap, karena sudah sangat meresahkan warga," pungkas Ading.
Informasi yang dihimpun, peristiwa pembegalan yang terjadi pukul 18.00 WIB pada Jumat malam 27 November ini, bermula ketika korban dalam perjalanan pulang, usai bersilaturahmi ke rumah salah satu calon kepala desa (kades) di wilayah desa tetangga.
Saat itu korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha vega R T 4535 FM, sedang melaju di Jalan Raya Pantura Patokbeusi.
Ketika melintas depan toko material bangunan di kawasan Kampung Prapatan, yang kondisi jalannya sepi, tiba-tiba korban dipepet kendaraan motor honda beat warna hitam yang ditumpangi tiga orang diduga begal.
Korban pun dipaksa berhenti agar menyerahkan kendaraannya. Namun karena melawan, korban lalu dibacok pelaku di bagian kepala menggunakan senjata tajam jenis parang, sehingga menderita luka robek parah.
Korban sempat meminta bantuan warga setempat dan berupaya mengejar ketiga pelaku yang kabur.
Namun karena pendarahan akibat luka bacokan, korban tak mampu mengejar dan akhirnya pingsan.
Warga yang mendapati korban tergeletak berlumuran darah, kemudian membawanya ke Klinik Medika Cikalong.
"Tapi karena lukanya parah, korban kami rujuk ke RS Siloam Purwakarta. Dia mengalami luka bacok cukup dalam di kepala, sehingga harus mendapat 12 jahitan," ujar H Ading, tetangga korban, Sabtu (28/11/2015).
Peristiwa pembegalan ini langsung dilaporkannya kepada Babinsa Desa Tangjungrasa Kaler, Briptu Ramdan, dan kini masih ditangani Unit Reskrim Polsek Patokbeusi.
"Kejadian ini masih diselidiki petugas polsek. Ketiga pelakunya sedang dikejar, mudah-mudahan segera ditangkap, karena sudah sangat meresahkan warga," pungkas Ading.
(sms)