Dapat Hibah Bus, PPD: Kami Ingin Segera Terealisasi

Jum'at, 27 November 2015 - 08:11 WIB
Dapat Hibah Bus, PPD:...
Dapat Hibah Bus, PPD: Kami Ingin Segera Terealisasi
A A A
JAKARTA - Direktur Utama Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) Pande Putu Yasa mengakui, bus hibah yang rencananya akan diberikan ke PPD Desember ini akan diberikan langsung oleh Pemprov DKI Jakarta. Namun, kata dia, pengelolaan bus tersebut tidak sepenuhnya diserahkan kepada PT Transportasi Jakarta.

"Kami awalnya dikasih 88 unit bus dari Kemenhub, nah rencananya ada penambahan sekitar 400. Tapi katanya kemarin rapat itu mau dikasih ke Pemprov langsung. Nanti Pemprov yang mengaturnya," jelas Pande di Jakarta, Kamis 26 November 2015.

Pande menuturkan, selain mendapatkan bus hibah, Pemprov DKI berjanji akan mengadopsi 88 unit bus Transjabodetabek yang dikelolanya ke dalam sistem rupiah per kilometer. Menurutnya, sistem tersebut merupakan solusi untuk menutup operasional bus.

Berdasarkan catatanya, lanjut Pande, operasional 88 unit bus, PPD masih mengalami devisit. Terparah untuk Koridor Harapan Indah, Bekasi ke Pasar Basu, Jakarta Pusat yang per hari hanya sekitar 10 penumpang. Untuk itu, dia berharap, sistem rupiah per kilometer segera diterapkan.

"Dari informasi yang kami dapat, Pak Gubernur (Ahok) mengirimkan surat ke Kemenhub yang berisi kesiapan mengelola bus hibah dan menerapkan sistem rupiah per kilometer terhadap 88 unit Transjabodetabek yang kami kelola. Kami berharap segera terealisasi," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Antonius Kosasih hingga saat ini‎ belum dapat memberikan komentarnya terkait pemberian bus hibah tersebut.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, sepinya penumpang Transjabodetabek itu akibat tarif yang dipungut belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat. Untuk itu, DKI akan segera memanggil Dirut PPD untuk membicarakan perihal kerja sama sistem rupiah per kilometer dan meminta kepada Meteri Perhubungan, Ignasius Jonan agar bus Transjabodetabek jangan lagi diberikan kepada PPD.

"Kenapa enggak, barang ini kasih kepada kami, kita bayar rupiah per kilometer, tapi Transjakarta sampai ke Bekasi dan Tangerang. Lalu orang dari Tangerang dan Bekasi bayar berapa? Rp3.500 aja, kayak Transjakarta. Siapa yang nanggung kerugian ini siapa, ya itu namanya PSO (public service obligation) jadi DKI yang bayarin," paparnya.

PILIHAN:

Diyakini Jadi Tersangka UPS, Ini Doa Ahok untuk Lulung
(mhd)
Berita Terkait
Lin Kuning di Jember...
Lin Kuning di Jember Disulap Jadi Angkutan Umum Sultan
Angkutan Umum Naikkan...
Angkutan Umum Naikkan Tarif, Dirjen Hubdat: Itu Mekanisme Pasar
Menhub Izinkan Angkutan...
Menhub Izinkan Angkutan Umum Kembali Beroperasi Besok
4 Artis yang Suka Naik...
4 Artis yang Suka Naik Kendaraan Umum
Miris, Usaha Angkutan...
Miris, Usaha Angkutan Umum di Semarang Mati Suri
Dishub Sulsel Larang...
Dishub Sulsel Larang Angkutan Umum Tak Layak Beroperasi
Berita Terkini
Perbaikan Jalan Ambles...
Perbaikan Jalan Ambles di Lenteng Agung Dilanjutkan Malam Ini, Fokus Pemasangan Box Culvert
18 menit yang lalu
Iduladha 1447 H, Yayasan...
Iduladha 1447 H, Yayasan Amal Indonesia Distribusikan Daging Kurban ke 9.360 Penerima Manfaat
22 menit yang lalu
Dukung UMKM, Menkeu...
Dukung UMKM, Menkeu Purbaya Kenakan Jaket Kulit Buatan Garut
1 jam yang lalu
41 Hewan Kurban Disalurkan...
41 Hewan Kurban Disalurkan Serentak di 33 Kabupaten dan Kota, Perindo Sumut Perkuat Kepedulian Sosial
2 jam yang lalu
Arus Kendaraan Kembali...
Arus Kendaraan Kembali ke Jabodetabek Meningkat Jelang Berakhirnya Libur Panjang Iduladha
2 jam yang lalu
Sultra Tembus Peringkat...
Sultra Tembus Peringkat Terbaik Nasional di Ajang Kemendagri
3 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved