Pungutan Warnai Penerimaan Perawat Baru di RSUD Garut

Selasa, 17 November 2015 - 04:05 WIB
Pungutan Warnai Penerimaan...
Pungutan Warnai Penerimaan Perawat Baru di RSUD Garut
A A A
GARUT - Dugaan pungutan liar terjadi dalam penerimaan perawat baru di RSUD dr Slamet Garut. Seorang pelamar yang enggan disebutkan namanya menuturkan, dirinya harus mempersiapkan sejumlah uang agar dapat diterima sebagai perawat di rumah sakit pemerintah tersebut.

Dia menyebut jumlah uang yang harus disiapkan mencapai Rp50 juta. Menurutnya jumlah uang yang mesti disetor agar diterima menjadi perawat ini naik dari tahun sebelumnya, yakni hanya Rp25 juta.

"Sebelumnya dalam penerimaan perawat tertutup, ada persyaratan yang memang berkaitan dengan nominal uang diluar persyaratan lainnya. Karena saat itu tidak ada uang sejumlah yang diminta, saya tidak bisa lolos dari penerimaan yang sedang digelar itu," katanya, Senin (16/ .

Ia mengaku sangat menyayangkan penerimaan perawat RSUD didasarkan pada kemampuan materi saja.

"Setahu saya uang itu di setorkan kepada salah seorang pejabat di rumah sakit. Saya sendiri tidak tahu disetor ke pejabat yang mana. Berdasarkan pengalaman beberapa teman saya ada yang menjadi perawat disana, rata-rata memang mereka diterima setelah memenuhi syarat uang itu," ungkapnya.

Menanggapi isu pungutan dalam penerimaan perawat rumah sakit, Bupati Garut Rudy Gunawan meminta pihak yang mengetahui untuk melaporkan hal tersebut. Ia mengancam akan memberhentikan pegawai yang melakukan pungutan kepada pelamar.

"Kalau memang ada unsur pelanggaran, tolong laporkan langsung kepada saya. Akan saya berikan tindakan tegas kalau memang itu terbukti," ujarnya.

Setahu dirinya, tambah Rudy, penerimaan perawat ini melibatkan pihak ketiga, yakni Unpad, untuk menghindari adanya kecurangan. Pelamar yang lulus pun akan diumumkan di beberapa media massa.

"Saya berharap penerimaan perawat baru di RSU dr Slamet bisa dilakukan dengan benar dan terbuka. Dan saat ini kita sedang mencoba mengarah ke sana sehingga tidak ada unsur pelanggaran yang terjadi," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Petani Jawa Barat Dukung...
Petani Jawa Barat Dukung KPK Usut Kasus Dugaan Korupsi di Kementan
Gugatan Praperadilan...
Gugatan Praperadilan Tersangka Korupsi Dana Hibah Rp1,7 Miliar yang Juga Ketum Kadin Jabar Ditolak
Kejari Karawang Tahan...
Kejari Karawang Tahan Tersangka Korupsi Rp9 Miliar di Dinas Pertanian
Rugikan Negara Rp1 Miliar,...
Rugikan Negara Rp1 Miliar, Pimpinan LKM Karawang Ditahan Kejari
5 Kota Paling Banyak...
5 Kota Paling Banyak Janda di Jawa Barat, Nomor 4 Didominasi Perempuan Muda
Daftar 27 Kabupaten...
Daftar 27 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat, Lengkap dengan Luas Wilayah hingga Julukan
Berita Terkini
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
21 menit yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
37 menit yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
1 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
1 jam yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
1 jam yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved