Bantul Pasang 40 Alat Peringatan Dini Tanah Longsor

Minggu, 15 November 2015 - 14:59 WIB
Bantul Pasang 40 Alat...
Bantul Pasang 40 Alat Peringatan Dini Tanah Longsor
A A A
BANTUL - Kondisi wilayah perbukitan di Kabupaten Bantul yang memiliki kemiringan lebih dari 45 derajat dengan vegetasi yang mulai berkurang ataupun adanya vegetasi produktif yang banyak ditebangi mengakibatkan potensi tanah longsor lebih tinggi.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Dewanto Dwipoyono menuturkan untuk mengurangi dampak lebih besar resiko bencana tanah longsor ini, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan. Salah satu persiapannya adalah memasang berbagai rambu dan sistem peringatan dini. “Kami ingin masyarat lebih waspada,” tuturnya, Minggu (15/11/2015).

Memasuki musim penghujan ini, pihaknya mulai memasang rambu-rambu di 50 titik potensi bencana tanah longsor. Rambu yang bertuliskan rawan tanah longsor ini sengaja dipasang sebagai peringatan agar warga mengurangi aktivitasnya di kawasan tersebut dan bersiaga jika sewaktu-waktu terjadi tanah longsor.

Untuk sistem peringatan dini bencana tanah longsor atau Early Warning System (EWS), selama ini Bantul memang baru memiliki satu alat yaitu di wilayah Perbukitan Wonolelo.

Selain hanya satu, kondisi alat tersebut sudah usang dan tak bisa maksimal untuk difungsikan. Karenanya, pihaknya memulai memasang EWS-EWS baru yang diletakkan di bukit-bukit yang rawan longsor.

“Ada 40 EWS yang kami pasang di titik-titik rawan terutama dekat dengan pemukiman,”ujarnya.

Selain itu, pihaknya kini juga tengah melakukan relokasi terhadap 20 kepala keluarga yang sebelumnya tinggal di tanah bergerak di Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri.

Ke 20 KK tersebut kini siap menempati hunian baru yang terletak beberapa kilometer dari tempat tinggal mereka. Yang pasti daerah yang mereka tinggal tersebut jauh lebih aman dibanding dengan sekarang.

Pelaksana Harian BPBD Bantul, Dwi Daryanto mengungkapkan, area daerah rawan longsor tahun ini meluas dibanding musim hujan sebelumnya.

Di musim hujan kali ini, setidaknya ada 16 desa yang dinyatakan rawan bencana tanah longsor.

Dibanding dengan musim hujan sebelumnya, luas area tanah longsor hanya 15 desa. Ke-16 desa tersebut masing-masimang ng berada di 6 kecamatan yang berada di perbukitan

“Enam kecamatan masing-masing Piyungan, Dlingo, Pleret, Imogiri, Pundong dan Pajangan,” tuturnya.
(sms)
Berita Terkait
Material Longsor Putus...
Material Longsor Putus Akses Jalan Kota Palopo-Toraja
Hidup Menumpang, Korban...
Hidup Menumpang, Korban Longsor Palopo Butuh Bantuan Pemerintah
Ojek Pikul di Lokasi...
Ojek Pikul di Lokasi Longsor Palopo Angkut Karung Beras hingga Motor
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino...
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino Sempat Putus Diterjang Longsor
Galian Tambang di KBB...
Galian Tambang di KBB Longsor, Tiga Kendaraan Tertimpa
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Longsor, Lalu Lintas Lumpuh Total Tewaskan Satu Orang
Berita Terkini
BNPB Bangun 238 Huntap...
BNPB Bangun 238 Huntap bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
29 menit yang lalu
Rano Karno: Jakarta...
Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Tempat Masyarakat Bebas Berdiskusi Tanpa Rasa Takut
54 menit yang lalu
Pria Tewas dengan Luka...
Pria Tewas dengan Luka Tembak di Hotel Mewah Sempat Kirim WA Permintaan Maaf ke Istri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Seni Kontemporer...
Kolaborasi Seni Kontemporer dan Industri Kreatif Lahirkan Karya Artistik
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
3 jam yang lalu
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang dan Promosi Jabatan ke Polda dalam Mutasi Polri Juni 2026, Ini Daftar Namanya
4 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Penguasa Harta...
5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved