Rakyat Indonesia Belum Merdeka dari Buta Aksara

Selasa, 10 November 2015 - 01:36 WIB
Rakyat Indonesia Belum...
Rakyat Indonesia Belum Merdeka dari Buta Aksara
A A A
YOGYAKARTA - Rakyat Indonesia belum merdeka dari buta aksara. Bukan hanya di desa tertinggal, di kota besar juga terdapat orang yang buta aksara. Sedikitnya ada enam provinsi dan 25 kabupaten di Indonesia yang angka buta aksaranya paling tinggi.

"Sebagai negara dengan penduduk terbesar ketiga di dunia, Indonesia hingga 2014 masih memiliki 5,97 juta jiwa atau 3,7% yang buta aksara," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Senin (9/11/2015).

Dari enam provinsi tertinggi yang penduduknya mengalami buta aksara, Papua merupakan yang pertama. Sebanyak 28.61% warga Indonesia di Papua hingtga kini belum merdeka dari buta aksara.

Lebih lanjut, Anies mengklaim jumlah penduduk Indonesia yang buta aksara semakin berkurang setiap tahunnya. Di 2010, dia menyebut masyarakat di Indonesia yang belum merdeka dari buta huruf masih 5,3% atau lebih dari 9 juta jiwa. Sayang dia tidak menyebut warga yang buta aksara saat ini.

Meski begitu, angka tahun 2010 itu menurutnya sudah kecil, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini sangat memprihatinkan.

"Penuntasan buta aksara harus digarap melalui kegiatan-kegiatan inovatif. Tak hanya dengan mengajarkan membaca, menulis, dan menghitung. Tetapi juga harus dilanjutkan dengan program pelestarian," ungkapnya.

Menurutnya, keaksaraan di zaman sekarang tak hanya menyangkut baca, tulis, dan hitung. Tetapi juga harus diperkuat dengan peningkatan budaya, sosial, dan ekonomi. Ketiga hal itu bisa meningkat martabat dan peradaban bangsa.

Terpisah, Gubernur DIY Hamengku Buwono X mengatakan, buta aksara sangat erat kaitannya dengan kebodohan, keterbelakangan, dan kemiskinan. Persoalan buta aksara merupakan masalah besar yang memengaruhi indeks kualitas pembangunan manusia.

"Saat ini warga DIY yang buta aksara masih 5,56%. Untuk mempercepat penuntasan buta aksara, kami membentuk satuan tugas pengentasan buta aksara dan proses pembelajaran di masing-masing kabupaten/kota," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Dari Kanreapia, Rumah...
Dari Kanreapia, Rumah Koran Andil Entaskan Buta Aksara Petani
123 Siswa Penabur Jakarta...
123 Siswa Penabur Jakarta Berbagi Ilmu untuk Warga Buta Aksara di Banyuwangi
Berantas Buta Aksara...
Berantas Buta Aksara di Ende, Orang Muda Ganjar Gelar Safari Buta Aksara
6 Provinsi Jadi Fokus...
6 Provinsi Jadi Fokus Pemberantasan Buta Aksara
Lomba Membuat Website...
Lomba Membuat Website dengan Aksara Lontara Siap Digelar
Sepatu Pintar dengan...
Sepatu Pintar dengan Sensor Ultrasonik Khusus Tunanetra
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
46 menit yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
56 menit yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
1 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
1 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
3 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
4 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved