Berantas Buta Aksara di Ende, Orang Muda Ganjar Gelar Safari Buta Aksara
Sabtu, 15 Juli 2023 - 19:13 WIB
loading...
Relawan OMG Ende menggelar Safari Buta Aksara II di Kampung Kopondopo, Kelurahan Roworena Barat, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, NTT, Sabtu (15/7/23). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
ENDE - Relawan Orang Muda Ganjar (OMG) Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggagas Safari Buta Aksara sejak Maret 2023. Kegiatan tersebut telah memasuki jilid ke-II (Safari Buta Aksara II) dan merambah ke wilayah lain di Kabupaten Ende sebagai upaya membebaskan belenggu buta aksara.
"Saya merasa bahwa pendidikan, pembelajaran tidak hanya sekali. Jadi, memang ada proses agar orang-orang tua ini bisa terus belajar," Korda OMG Kabupaten Ende Suharmin Abdullah Paokuma di Kampung Kopondopo, Kelurahan Roworena Barat, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, NTT, Sabtu (15/7/23).
Puluhan masyarakat antusias dengan konsep pembelajaran interaktif yang digelar OMG NTT. Mulai dari mengeja abjad, membaca, menulis, hingga berhitung.
"Jadi, (peserta) yang kemarin (saat Maret) saya hadirkan kembali dan saya hadirkan lagi orang-orang yang beda yang menurut saya sesuai data memang syarat pendidikan nya kurang. Ada yang bisa membaca tapi gak bisa ngitung, ada yang bisa ngitung tapi gak bisa baca," kata dia.
Suharmin menyebut, masih banyak masyarakat yang perlu mendapat perhatian dalam aspek pendidikan dan pembelajaran, khususnya di usia dewasa hingga lansia. "Kami berharap bapak-bapak ibu-ibu nanti bisa membaca, setidaknya mereka bisa memberikan ilmu pengetahuan mereka kepada anak-anak," jelasnya.
"Saya merasa bahwa pendidikan, pembelajaran tidak hanya sekali. Jadi, memang ada proses agar orang-orang tua ini bisa terus belajar," Korda OMG Kabupaten Ende Suharmin Abdullah Paokuma di Kampung Kopondopo, Kelurahan Roworena Barat, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, NTT, Sabtu (15/7/23).
Puluhan masyarakat antusias dengan konsep pembelajaran interaktif yang digelar OMG NTT. Mulai dari mengeja abjad, membaca, menulis, hingga berhitung.
"Jadi, (peserta) yang kemarin (saat Maret) saya hadirkan kembali dan saya hadirkan lagi orang-orang yang beda yang menurut saya sesuai data memang syarat pendidikan nya kurang. Ada yang bisa membaca tapi gak bisa ngitung, ada yang bisa ngitung tapi gak bisa baca," kata dia.
Suharmin menyebut, masih banyak masyarakat yang perlu mendapat perhatian dalam aspek pendidikan dan pembelajaran, khususnya di usia dewasa hingga lansia. "Kami berharap bapak-bapak ibu-ibu nanti bisa membaca, setidaknya mereka bisa memberikan ilmu pengetahuan mereka kepada anak-anak," jelasnya.
Lihat Juga :