Diguyur Hujan 3 Hari, Tebing di Pangandaran Alami Longsor
Minggu, 08 November 2015 - 20:33 WIB
Diguyur Hujan 3 Hari, Tebing di Pangandaran Alami Longsor
A
A
A
PANGANDARAN - Hujan deras yang terjadi selama tiga hari berturut-turut mengakibatkan tanah longsor di Dusun Pasirkiara, Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.
Jenab (30) warga setempat mengatakan, longsor terjadi karena daerah tersebut memiliki tebing yang curam. Juga karena karakter tanah yang ada merupakan tanah lempung, sehingga mudah pecah bila terjadi hujan.
“Setelah kemarau panjang yang terjadi selama enam bulan, kondisi tanah mongering dan pecah. Sehingga saat hujan datang gampang sekali terjadi longsor,” kata Jenab, Minggu (8/11/2015).
Pantauan di lapangan, pergerakan tanah lebih dari enam meter setelah diguyur hujan. Sehingga warga secara gotong royong membersihkan sisa material longsor dan melakukan sempadan tanah untuk meminimalisasi longsor susulan.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan, untuk mengantisipasi longsor pihaknya sudah memasang kawat boronjong dibeberapa lokasi rawan longsor.
“Kondisi tanah di Kabupaten Pangandaran saat ini kering dan retak, sehingga bila hujan tiba akan terjadi longsor. Untuk mengantisipasi hal itu sejumlah titik lokasi rawan longsor sudah dipasang kawat boronjong,” kata Nana.
Sebagian lokasi rawan longsor sudah dipasang kawat boronjong di antaranya di Kecamatan Langkaplancar, Kalipucang dan Padaherang. Selain itu, BPBD juga telah memasang kawat Boronjong di Kecamatan Parigi dan Sidamulih.
“Sampai saat ini kami masih kekurangan persediaan kawat boronjong, karena rencananya perdesa yang diindikasikan rawan longsor akan diberi 40 unit kawat boronjong,” pungkasnya.
Jenab (30) warga setempat mengatakan, longsor terjadi karena daerah tersebut memiliki tebing yang curam. Juga karena karakter tanah yang ada merupakan tanah lempung, sehingga mudah pecah bila terjadi hujan.
“Setelah kemarau panjang yang terjadi selama enam bulan, kondisi tanah mongering dan pecah. Sehingga saat hujan datang gampang sekali terjadi longsor,” kata Jenab, Minggu (8/11/2015).
Pantauan di lapangan, pergerakan tanah lebih dari enam meter setelah diguyur hujan. Sehingga warga secara gotong royong membersihkan sisa material longsor dan melakukan sempadan tanah untuk meminimalisasi longsor susulan.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan, untuk mengantisipasi longsor pihaknya sudah memasang kawat boronjong dibeberapa lokasi rawan longsor.
“Kondisi tanah di Kabupaten Pangandaran saat ini kering dan retak, sehingga bila hujan tiba akan terjadi longsor. Untuk mengantisipasi hal itu sejumlah titik lokasi rawan longsor sudah dipasang kawat boronjong,” kata Nana.
Sebagian lokasi rawan longsor sudah dipasang kawat boronjong di antaranya di Kecamatan Langkaplancar, Kalipucang dan Padaherang. Selain itu, BPBD juga telah memasang kawat Boronjong di Kecamatan Parigi dan Sidamulih.
“Sampai saat ini kami masih kekurangan persediaan kawat boronjong, karena rencananya perdesa yang diindikasikan rawan longsor akan diberi 40 unit kawat boronjong,” pungkasnya.
(san)