Tarif Transjabodetabek ‎Akan Disamakan dengan Transjakarta

Sabtu, 07 November 2015 - 04:33 WIB
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek ‎Akan Disamakan dengan Transjakarta
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menambah 400 bus Transjabodetabek yang dikendalikan PPD. BUMN yang dipercayai untuk mengoperasikan ratusan bus tersebut menginginkan sistem rupiah per kilometer.

‎Direktur Utama PPD‎ Pande Putu Yasa mengatakan, saat ini sedang menunggu panggilan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) perihal penerapan sistem rupiah per kilometer terhadap 88 unit bus Transjabodetabek yang sudah dioperasikan sejak Agustus lalu. Menurut Pande, dengan penerapan sistem per kilometer, akan dapat lebih maksimal untuk mengoperasionalkan bus Transjabodetabek.

Terlebih, hingga akhir tahun ini, PPD akan mendapatkan kembali sekitar 400 bus Transjabodetabek dari Kemenhub. "Kami tinggal menunggu panggilan Pak Ahok soal penerapan sistem rupiah per kilometer. Semua kajian yang diminta Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI sudah kami lakukan," kata Pande Putu Yasa saat dihubungi, Jumat 6 November 2015 kemarin.

Pande menjelaskan, ‎sejak diluncurkannya 88 bus Hino Transjabodetabek di tiga koridor yang ditentukan, PPD belum mendapatkan kenaikan penumpang yang signifikan. Berdasarkan evaluasi di tiga koridor seperti Depok-Pusat Grosir Ciliitan (PGC)-Grogol; Harapan Indah Bekasi-Pasar Baru, dan Poris Plawad-Kemayoran, dalam sehari penumpang yang masuk ke Jakarta hanya sekitar 10-12 penumpang.

Dengan penerapan rupiah perkilometer, Pande menyebutkan rute bus Transjabodetabek saat ini dan yang akan didatangkan akan diatur PT Transportasi Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, segera memanggil Dirut PPD untuk membicarakan perihal kerja sama sistem rupiah per kilometer. Namun, Ahok telah meminta Meteri Perhubungan Ignasius Jonan agar bus Transjabodetabek jangan lagi diberikan kepada PPD.

"Kenapa enggak, barang ini kasih kepada kami, kita bayar rupiah per kilometer, tapi Transjakarta sampai ke Bekasi dan Tangerang. ‎Lalu orang dari Tangerang dan Bekasi bayar berapa? Rp3.500 saja, kayak Transjakarta. Siapa yang nanggung kerugian ini siapa, ya itu namanya PSO (public service obligation) jadi DKI yang bayarin," jelasnya.
(whb)
Berita Terkait
Pembongkaran JPO di...
Pembongkaran JPO di Kawasan Thamrin, Rute Transjakarta Dimodifikasi
Mulai Hari Ini, Operasional...
Mulai Hari Ini, Operasional Halte Transjakarta Atrium Senen Dihentikan
Buka 4 Rute Non-koridor,...
Buka 4 Rute Non-koridor, DKI Tambah 100 Unit Bus Transjakarta
Dirut Transjakarta:...
Dirut Transjakarta: Naik Angkutan Umum Lebih Aman Daripada Nebeng Mobil Tetangga
Menhub Izinkan Angkutan...
Menhub Izinkan Angkutan Umum Beroperasi, Transjakarta-MRT Tetap Ikuti Pergub DKI
Ganjil Genap Diterapkan,...
Ganjil Genap Diterapkan, Kadishub DKI Tegaskan Angkutan Umum Siap Digunakan
Berita Terkini
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
26 menit yang lalu
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
1 jam yang lalu
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
1 jam yang lalu
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
1 jam yang lalu
Ditpolairud Polda Metro...
Ditpolairud Polda Metro Jaya Salurkan Kursi Roda bagi Warga Pesisir Cilincing
1 jam yang lalu
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved