Polisi Kantongi Identitas Kelompok Pembakar Orang di Tegal
Kamis, 05 November 2015 - 17:21 WIB
Polisi Kantongi Identitas Kelompok Pembakar Orang di Tegal
A
A
A
TEGAL - Aparat Polres Tegal Kota masih memburu pelaku pembakaran sejumlah orang yang merebak dalam beberapa hari terakhir di sejumlah lokasi di Kota Tegal. Identitas salah satu pelaku sudah diketahui.
Kapolres Tegal Kota AKBP Firman Darmansyah mengatakan, dari hasil penyelidikan identitas salah satu pelaku pembakaran sudah dikantongi sehingga dalam waktu dekat akan segera ditangkap.
"Sudah kami ketahui pelakunya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah berhasil ditangkap," kata Firman, kepada wartawan, Kamis (5/11/2015).
Firman mengungkapkan, ciri-ciri pelaku yang sudah dikantongi identitasnya tersebut di antaranya berusia sekitar 17-20 tahun, postur tubuh standar dan berkulit sawo matang. "Kemudian ada pelaku yang mengenakan topi berkuncir," ujarnya.
Firman belum mau menduga-duga motif para pelaku melakukan aksi membakar orang. Dia juga menampik kemungkinan pelaku merupakan geng motor atau sengaja melakukan aksi untuk menciptakan teror atau keresahan di tengah-tengah masyarakat.
"Nanti kalau pelakunya sudah ditangkap baru bisa kita ketahui," tandasnya.
Saat ditanya jumlah pasti korban aksi pembakaran, Firman menyebut baru ada tiga korban yang melapor secara resmi ke polisi. "Ada tiga yang sudah melapor. Mereka hanya mengalami luka melepuh sedikit," katanya.
Sebagai langkah pencegahan aksi serupa, Firman menambahkan, pihaknya sudah membentuk tim untuk melakukan razia premanisme di titik-titik yang rawan kejahatan jalanan.
"Sudah kami bentuk satgas khusus premanisme dan kejahatan jalanan. Nantinya akan kita sisir setiap lokasi yang memang rawan terjadi kriminalitas,” pungkasnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tegal Kota AKP Belnas Palipadang mengatakan, para pelaku kemungkinan adalah sekolompok orang yang sama meskipun lokasi kejadian berbeda-beda.
"Pelaku kemungkinan sama kalau dilihat dari modusnya dan waktunya. Mereka melakukannya antara jam 3 sampai jam 6 pagi," sambungnya.
Namun Belnas menampik kemungkinan adanya motif khusus para pelaku, sehingga melakukan aksi pembakaran terhadap orang. "Motifnya apa, kami belum bisa pastikan," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga menjadi korban aksi pembakaran sekelompok orang tak dikenal dalam beberapa hari terakhir di Kota Tegal. Kejadian terakhir menimpa marbot Masjid Agung Kota Tegal Joko Adi Saputro (50).
Warga RT 08/03, Kelurahan Mangkusuman, Kecamatan Tegal Timur, ini disemprot bensin lalu dibakar saat hendak menuju masjid menggunakan sepeda. Para pelaku berjumlah enam orang dan menggunakan dua sepeda motor.
Beruntung Joko tidak mengalami luka bakar serius. Api hanya sempat membakar jaket yang dikenakannya dan sedikit mengenai jari tangan kirinya. "Luka sedikit di tangan, karena saya langsung guling-guling ke tanah," pungkas Joko.
Baca Berita Sebelumnya
Aksi Bakar Orang di Kota Tegal Resahkan Warga
Kapolres Tegal Kota AKBP Firman Darmansyah mengatakan, dari hasil penyelidikan identitas salah satu pelaku pembakaran sudah dikantongi sehingga dalam waktu dekat akan segera ditangkap.
"Sudah kami ketahui pelakunya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah berhasil ditangkap," kata Firman, kepada wartawan, Kamis (5/11/2015).
Firman mengungkapkan, ciri-ciri pelaku yang sudah dikantongi identitasnya tersebut di antaranya berusia sekitar 17-20 tahun, postur tubuh standar dan berkulit sawo matang. "Kemudian ada pelaku yang mengenakan topi berkuncir," ujarnya.
Firman belum mau menduga-duga motif para pelaku melakukan aksi membakar orang. Dia juga menampik kemungkinan pelaku merupakan geng motor atau sengaja melakukan aksi untuk menciptakan teror atau keresahan di tengah-tengah masyarakat.
"Nanti kalau pelakunya sudah ditangkap baru bisa kita ketahui," tandasnya.
Saat ditanya jumlah pasti korban aksi pembakaran, Firman menyebut baru ada tiga korban yang melapor secara resmi ke polisi. "Ada tiga yang sudah melapor. Mereka hanya mengalami luka melepuh sedikit," katanya.
Sebagai langkah pencegahan aksi serupa, Firman menambahkan, pihaknya sudah membentuk tim untuk melakukan razia premanisme di titik-titik yang rawan kejahatan jalanan.
"Sudah kami bentuk satgas khusus premanisme dan kejahatan jalanan. Nantinya akan kita sisir setiap lokasi yang memang rawan terjadi kriminalitas,” pungkasnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tegal Kota AKP Belnas Palipadang mengatakan, para pelaku kemungkinan adalah sekolompok orang yang sama meskipun lokasi kejadian berbeda-beda.
"Pelaku kemungkinan sama kalau dilihat dari modusnya dan waktunya. Mereka melakukannya antara jam 3 sampai jam 6 pagi," sambungnya.
Namun Belnas menampik kemungkinan adanya motif khusus para pelaku, sehingga melakukan aksi pembakaran terhadap orang. "Motifnya apa, kami belum bisa pastikan," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga menjadi korban aksi pembakaran sekelompok orang tak dikenal dalam beberapa hari terakhir di Kota Tegal. Kejadian terakhir menimpa marbot Masjid Agung Kota Tegal Joko Adi Saputro (50).
Warga RT 08/03, Kelurahan Mangkusuman, Kecamatan Tegal Timur, ini disemprot bensin lalu dibakar saat hendak menuju masjid menggunakan sepeda. Para pelaku berjumlah enam orang dan menggunakan dua sepeda motor.
Beruntung Joko tidak mengalami luka bakar serius. Api hanya sempat membakar jaket yang dikenakannya dan sedikit mengenai jari tangan kirinya. "Luka sedikit di tangan, karena saya langsung guling-guling ke tanah," pungkas Joko.
Baca Berita Sebelumnya
Aksi Bakar Orang di Kota Tegal Resahkan Warga
(san)