Puluhan Siswa SD Keracunan Roti Bakar

Senin, 02 November 2015 - 19:24 WIB
Puluhan Siswa SD Keracunan...
Puluhan Siswa SD Keracunan Roti Bakar
A A A
PROBOLINGGO - Sebanyak 22 siswa SDN Jatisari 1, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo keracunan seusai mengkonsumsi roti bakar.

Mereka mengalami perut mual dan sebagian muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan yang dijual pedagang keliling di sekolahnya, Senin (2/11/2015).

Suasana sekolah menjadi gaduh setelah satu per satu siswa lemas, pusing dan ambruk. Para guru harus bolak balik mengantarkan siswa menuju Puskesmas Kuripan dan Puskesmas Bantaran.

Sebagian lainnya terpaksa dirujuk ke RSUD dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo dan RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Keterangan yang dihimpun, pada sebelum jam pelajaran dimulai, para siswa ini membeli makanan yang dijual di kantin dan di sekitar sekolah. Salah satu makanan yang menjadi favorit adalah roti selai bakar yang dijual pedagang keliling.

Selang beberapa saat, satu per satu siswa mengeluhkan rasa perut mual, pusing dan mau muntah. Mengetahui gelagat mencurigakan, para guru menelusuri asal mula makanan yang dikonsumsi anak didiknya. Namun disaat bersamaan, para siswa lainnya juga merasakan gejala serupa.

"Kami berusaha mencari tahu pedagang makanan tersebut, tapi dia sudah pergi meninggalkan sekolah. Mungkin dia tau, para siswa mengalami keracunan," kata Hesti Naryati, Wakil Kepala SDN Jatisari.

Mendengar kabar terjadi keracunan massal, sejumlah orang tua siswa mendatangi sekolah. Mereka khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan terutama pada kesehatan anaknya. Para orangtua ini juga mendampingi anaknya hingga pada perawatan di Puskesmas dan rumah sakit.

Menurut keterangan Laila Fadila, salah seorang siswa korban keracunan, dia tidak menyangka jika makanan yang dibelinya mengandung racun. Sehingga beberapa saat setelah mengonsumsi, mulai merasakan gejala mual pusing dan mau muntah.

"Rotinya enak. tapi tidak tahu kalau ternyata perut saya menjadi mual dan pusing. Teman-teman juga merasakan mual dan pusing," kata Laila saat ditemui di Puskesmas Bantaran.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bantaran, Muhammad Erfan menyatakan, pihaknya telah mengambil makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan para siswa. Sampel makanan tersebut akan dilakukan uji laboratorium.

"Sebagian siswa yang kondisinya membaik sudah diperbolehkan pulang. Sementara sebagian lainnya masih perlu dilakukan perawatan untuk menetralisir racun dalam tubuhnya," kata Muhammad Erfan.
(sms)
Berita Terkait
SPPG Wajib Kantongi...
SPPG Wajib Kantongi Sertifikat Higienis Usai Kasus Keracunan MBG
Santap Nasi Kotak Saat...
Santap Nasi Kotak Saat Acara Tausiah, 90 Orang Masuk Rumah Sakit dan 1 Tewas
83 Warga Keracunan Usai...
83 Warga Keracunan Usai Hadiri Hajatan di Sukabumi
1 Tewas dan Belasan...
1 Tewas dan Belasan Lainnya Dirawat di Puskesmas Akibat Keracunan Makanan di Ciamis
Puluhan Warga Gunungkidul...
Puluhan Warga Gunungkidul Keracunan Makanan, 1 Meninggal Dunia
43 Santri di Gunung...
43 Santri di Gunung Putri Diduga Keracunan Nasi Kotak
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
3 menit yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
13 menit yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
25 menit yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
47 menit yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
4 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved