Program Hunian Tetap untuk Gepeng Masih Bermasalah

Senin, 02 November 2015 - 15:41 WIB
Program Hunian Tetap...
Program Hunian Tetap untuk Gepeng Masih Bermasalah
A A A
GUNUNGKIDUL - Pembangunan hunian tetap bagi gelandangan dan pengemis (gepeng) di Dusun Doga, desa Nglanggeran, Patuk masih bermasalah.

Pemkab Gunungkidul seakan dipingpong dengan terus berpindahnya lokasi hunian bagi warga yang masih berada di jalanan tersebut.

Pengalihan lokasi yang tidak jelas alasanya juga memicu ketersinggungan pemkab Gunungkidul yang masih beranggapan lokasi hunian tetap bagi gepeng lengkap dengan arena perkantoran dan juga tempat diklat adalah desa Karangasem, Paliyan.

Aroma persoalan ini begitu kuat ketika Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang melakukan kunjungan kerja di lokasi pembangunan hunian tetap tidak disambut pejabat baik Gubernur DIY maupun perwakilan dari Pemkab Gunungkidul.

Dari penelusuran di lapangan, ternyata Pemkab Gunungkidul baik Bupati dan juga kepala Dina Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi tidak mendapatkan undangan dan pemberitahuan kunjungan kerja pada hari Minggu 1 November 2015 tersebut.

"Kita tidak tahu tidak ada undangan ke bapak bupati yang masuk protokoler, jadi beliau tidak hadir," ucap Diana staf protokol Bupati Gunungkidul kemarin.

Hal senada disampaikan oleh Kadinsosnakertrans Gunungkidul Dwi Warno Widinugroho.

Dia mengaku tidak mengetahui ada kunjungan Mensos di lokasi hunian tetap. Terlebih lagi, pemkab tidak terlibat dalam pembangunan hunian tetap yang lokasinya tiba-tiba dipindah tersebut.

"Saya tidak tahu dan tidak ada undangan. Lokasinya juga kok bisa berada di Nglanggeran," ucapnya.

Lokasi hunian tetap bagi gepeng dengan program desaku menanti ini sudah tiga kali ada perubahan.

Pertama kali, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono bersama Bupati Gunungkidul Badingah kala itu mengusulkan di Kecamatan Panggang.

Kemudian setelah dilakukan pembicaraan lokasinya berubah lagi dengan menggunakan lahan sultan ground di desa Karangasem, Paliyan.

Namun setelah proses pembangunan, tiba-tiba saja lokasi dipindah lagi di perbukitan Dusun Doga, Desa Nglanggeran, Patuk.

Dalam proses ini, semua pejabat pemkab mulai angkat tangan dan menyatakan tidak tahu menahu dengan program yang awalnya juga dilengkapi perkantoran untuk memberikan pendidikan dan pelatihan bagi gepeng tersebut.
(nag)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
12 menit yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
24 menit yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
40 menit yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
1 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
1 jam yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
1 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved