Hendak ke Palestina, Delapan Jamaah An Nadzir Diamankan Polisi
Senin, 02 November 2015 - 11:22 WIB
Hendak ke Palestina, Delapan Jamaah An Nadzir Diamankan Polisi
A
A
A
GOWA - Delapan warga Gowa, yang juga jamaah An Nadzir dengan ciri khas pakaian serba hitam, diamankan Polres Sabang, Aceh saat hendak menuju Palestina.
Untuk menjalani pemeriksaan, delapan warga Gowa itu dipulangkan ke Gowa , Sulawesi Selatan. Hingga saat ini, mereka menjalani pemeriksaan di ruang Kasat Intel Polres Gowa.
"Setelah menjalani pemeriksaan, mereka akan dipulangkan kembali ke rumah masing-masing," ujar Kasat Intel Polres Gowa AKP Surahman, Senin (2/11/2015).
Kedelapan warga Gowa tersebut masih memiliki ikatan keluarga yang dipimpin Sultan Loteng (45). Bersama Sultan ikut juga Nur Hayyun, Thohura Aroani, Sultan Daeng (19), Darwani Daeng Jine (34) dan Abu Nur AL Assoif.
Kemudian M. Zainal Rosyid (27), Rudi (33), Muhammad Nur Islah Mulathofah AL Azizi (9), serta seorang bayi laki-laki 13 bulan bernama Muhammad Nir Qoyyum Qawiyya.
Surahman menegaskan kelompok ini tidak memiliki keterkaitan dengan jaringan Islamic State of Iraq and Syriah (ISIS).
"Kelompok ini tidak ada hubungan dengan ISIS. Setelah ditangkap Jajaran Polres Sabang melakukan periksa dalam daftar list jaringan teroris tidak ditemukan, dan tidak ada bukti yang mengacu ke situ," pungkasnya.
Untuk menjalani pemeriksaan, delapan warga Gowa itu dipulangkan ke Gowa , Sulawesi Selatan. Hingga saat ini, mereka menjalani pemeriksaan di ruang Kasat Intel Polres Gowa.
"Setelah menjalani pemeriksaan, mereka akan dipulangkan kembali ke rumah masing-masing," ujar Kasat Intel Polres Gowa AKP Surahman, Senin (2/11/2015).
Kedelapan warga Gowa tersebut masih memiliki ikatan keluarga yang dipimpin Sultan Loteng (45). Bersama Sultan ikut juga Nur Hayyun, Thohura Aroani, Sultan Daeng (19), Darwani Daeng Jine (34) dan Abu Nur AL Assoif.
Kemudian M. Zainal Rosyid (27), Rudi (33), Muhammad Nur Islah Mulathofah AL Azizi (9), serta seorang bayi laki-laki 13 bulan bernama Muhammad Nir Qoyyum Qawiyya.
Surahman menegaskan kelompok ini tidak memiliki keterkaitan dengan jaringan Islamic State of Iraq and Syriah (ISIS).
"Kelompok ini tidak ada hubungan dengan ISIS. Setelah ditangkap Jajaran Polres Sabang melakukan periksa dalam daftar list jaringan teroris tidak ditemukan, dan tidak ada bukti yang mengacu ke situ," pungkasnya.
(hyk)