Ini Kata Rektor Untirta Terkait Dugaan Pencabulan Mahasiswi
Kamis, 22 Oktober 2015 - 17:11 WIB
Ini Kata Rektor Untirta Terkait Dugaan Pencabulan Mahasiswi
A
A
A
SERANG - Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten Prof Soleh Hidayat mensinyalir tersebarnya selebaran kasus dugaan asusila yang dilakukan AH dosen FKIP terhadap TIP mahasiswi saat melakukan bimbingan skripsi bermuatan politis. (Baca: Dosen Untirta Diduga Cabuli Mahasiswi Saat Bimbingan Skripsi).
Soleh mengaku sudah mendengar isu tersebut dari dalam lingkungan kampus, namun isu tersebut merupakan upaya untuk menjegal langkah AH maju dalam pemilihan dekan di Untirta.
"Itu kan politis. Biasalah seperti mau Pilkada segala yang buruk dimunculkan," kata Soleh.
Dia menjelaskan sampai saat ini pihak rektorat belum menerima surat dari Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan (LBH APIK) Banten dengan nomor surat: SK/10/LBH APIK Banten/2015.
"Saya belum terima suratnya. karena surat masuk banyak. Coba nanti saya cek ke bagian surat," timpalnya
Sebelumnya diberitakann, AH dosen pembimbing TIP saat masih tercatat sebagai mahasiswa pada Senin 21 April 2014 yang lalu diduga melakukan tindakan asusila dengan memegang payudara korban bahkan menciumnya hingga korban pun trauma.
Soleh mengaku sudah mendengar isu tersebut dari dalam lingkungan kampus, namun isu tersebut merupakan upaya untuk menjegal langkah AH maju dalam pemilihan dekan di Untirta.
"Itu kan politis. Biasalah seperti mau Pilkada segala yang buruk dimunculkan," kata Soleh.
Dia menjelaskan sampai saat ini pihak rektorat belum menerima surat dari Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan (LBH APIK) Banten dengan nomor surat: SK/10/LBH APIK Banten/2015.
"Saya belum terima suratnya. karena surat masuk banyak. Coba nanti saya cek ke bagian surat," timpalnya
Sebelumnya diberitakann, AH dosen pembimbing TIP saat masih tercatat sebagai mahasiswa pada Senin 21 April 2014 yang lalu diduga melakukan tindakan asusila dengan memegang payudara korban bahkan menciumnya hingga korban pun trauma.
(sms)