Sudah 3 Tahun, Bocah 8 Tahun Ini Mengaku Dianiaya Orang Tua

Sabtu, 17 Oktober 2015 - 02:31 WIB
Sudah 3 Tahun, Bocah...
Sudah 3 Tahun, Bocah 8 Tahun Ini Mengaku Dianiaya Orang Tua
A A A
DEPOK - Malang nasib yang diderita SRP (8), warga Gunung Putri Bogor itu sejak tiga tahun lalu menjadi korban kekerasan yang dilakukan orang tuanya. SRP merupakan anak korban perceraian.

Konselor Anak yang juga Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak Pravistania Rhemadiara Putri mengatakan, sejak masih tinggal bersama orang tua kandungnya SRP sudah mendapat siksaan. Dan ketika orang tuanya bercerai SRP tinggal bersama BHP ayah kandungnya.

BHP menikah kembali dengan seorang wanita asal Singapura.
SRP kembali mendapat siksaan dari Banu dan ibu tirinya. Bahkan, SRP disuruh berjualan pakaian.

Korban juga tidak pernah disekolahkan oleh orang tuanya. Oleh ibu tirinya, SRP ditargetkan harus membawa uang setoran minimal Rp50.000, jika tidak dapat target, maka SRP selalu mendapat siksaan.

"Puncaknya pada Minggu 11 Oktober 2015 lalu, kemarin SRP hanya dapat uang Rp47.000 dan tidak berani pulang. SRP memilih untuk melarikan diri karena sudah lama juga dia disiksa," kata Pravistania Rhemadiara Putri, Jumat 16 Oktober 2015.

SRP melarikan diri dari Gunung Putri Bogor ke Cibubur yang merupakan perbatasan Depok-Jakarta Timur dengan jalan kaki. Kemudian naik angkot dan turun di perbatasan Depok.

Di sana dia ditolong oleh pedagang soto. Saat ditemukan, korban dalam kondisi memprihatinkan. "Banyak luka di sekujur tubuhnya. Ada juga luka bekas obat nyamuk bakar," katanya.

Oleh penjual soto, SRP diantar ke kantor polisi. Dia melapor ke Polsek Cibubur. Secara bersamaan, ayah korban juga melapor ke Polsek Gunung Putri karena kehilangan anak.

Ketika menerima laporam itu, Polsek Cibubur dan Gunung Putri berkordinasi dan kemudian ketika dihubungi ke nomor telepon yang diberikan orang tua SRP tidak aktif.

"Alamat yang diberikan saat laporan juga sepertinya palsu," ungkapnya. Saat ini SRP berada di safe house. SRP akan diperiksa ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya.

"Kalau mendengar nama orang tuanya atau mau dipulangkan dia masih sangat trauma. Dia enggak mau kalau dipulangkan," katanya.
(whb)
Berita Terkait
Perlu Kolaborasi Semua...
Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Cegah Kekerasan pada Anak
Sepanjang 2021, Korban...
Sepanjang 2021, Korban Kekerasan Seksual Terhadap Anak Capai 302 Kasus
Kebebasan Anak Perempuan...
Kebebasan Anak Perempuan dari Kekerasan Masih Perlu Diperjuangkan
Kasus Kekerasan Perempuan...
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sinjai Menurun
Tekan Angka Kekerasan...
Tekan Angka Kekerasan Anak, KPAI Sumsel Gagas Videotron di LRT
Kekerasan Anak Masih...
Kekerasan Anak Masih Terjadi Selama Pandemi, Butuh Layanan Integrasi
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
31 menit yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
43 menit yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
2 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
9 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
9 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
10 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved