Asap Pabrik Tripleks Dinilai Ganggu Aktivitas Warga
Senin, 12 Oktober 2015 - 07:08 WIB
Asap Pabrik Tripleks Dinilai Ganggu Aktivitas Warga
A
A
A
BELOPA - Asap yang dikeluarkan pabrik tripleks milik perusahaan PT Panply mulai dikeluhkan warga karena disebut mengganggu aktivitas mereka dan mengancam kesehatan.
Menurut warga sekitar asap ini bersumber dari cerobong yang berada di depan pabrik
Manager SDM PT Panply, Andi Masa, menjelaskan bahwa tinggi cerobong asap yang dimaksud sudah sesuai ketentuan pemerintah.
"Setiap tahun pemerintah melalukan uji kelayakan, setiap tahun diperiksa, jadi segalanya sudah melalui proses dan ketentuan baku," kata dia.
Jadi, ditambahkan Andi Masa dia tidak ingin menyebutkan bahwa cerobong asap tersebut rendah karena telah melalui pemeriksaan.
Sementara itu anggota DPRD Luwu, Summang, secara terpisah mendesak BLH Kabupaten Luwu agar segera turun tangan dan menyelidiki kebenarannya.
"Informasinya jika cerobong asap pabrik ini hanya berkisar 10 meter hingga 15 meter, menurut saya itu cukup rendah dan membahayakan kesehatan warga sekitar," ujar mantan aktifis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) ini.
Bukan hanya mendesak BLH, Summang juga meminta agar Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu melakukan pemeriksaan kesehatan warga sekitar dan mengambil laporan atau riwayat peneriksaan kesehatan warga yang tinggal di wikayah ini baik di Puskesmas terdekat maupun di RSUD terdekat dalam kurun beberapa bulan atau satu tahun terakhir.
Dari pengamatan di lapangan, tampak cerobong asap dalam lingkungan pabrik mengeluarkan kepungan asap tebal setinggi 10 meter hingga 15 meter. Posisi pabrik berada di pinggir pantai dekat pemukiman penduduk tepatnya berada di timur rumah penduduk.
Jika terjadi angin laut atau angin yang mengarah baik ke utara, selatan terlebih jika mengarah ke barat maka asap ini tentunya akan mengepung pemukiman padat penduduk.
Menurut warga sekitar asap ini bersumber dari cerobong yang berada di depan pabrik
Manager SDM PT Panply, Andi Masa, menjelaskan bahwa tinggi cerobong asap yang dimaksud sudah sesuai ketentuan pemerintah.
"Setiap tahun pemerintah melalukan uji kelayakan, setiap tahun diperiksa, jadi segalanya sudah melalui proses dan ketentuan baku," kata dia.
Jadi, ditambahkan Andi Masa dia tidak ingin menyebutkan bahwa cerobong asap tersebut rendah karena telah melalui pemeriksaan.
Sementara itu anggota DPRD Luwu, Summang, secara terpisah mendesak BLH Kabupaten Luwu agar segera turun tangan dan menyelidiki kebenarannya.
"Informasinya jika cerobong asap pabrik ini hanya berkisar 10 meter hingga 15 meter, menurut saya itu cukup rendah dan membahayakan kesehatan warga sekitar," ujar mantan aktifis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) ini.
Bukan hanya mendesak BLH, Summang juga meminta agar Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu melakukan pemeriksaan kesehatan warga sekitar dan mengambil laporan atau riwayat peneriksaan kesehatan warga yang tinggal di wikayah ini baik di Puskesmas terdekat maupun di RSUD terdekat dalam kurun beberapa bulan atau satu tahun terakhir.
Dari pengamatan di lapangan, tampak cerobong asap dalam lingkungan pabrik mengeluarkan kepungan asap tebal setinggi 10 meter hingga 15 meter. Posisi pabrik berada di pinggir pantai dekat pemukiman penduduk tepatnya berada di timur rumah penduduk.
Jika terjadi angin laut atau angin yang mengarah baik ke utara, selatan terlebih jika mengarah ke barat maka asap ini tentunya akan mengepung pemukiman padat penduduk.
(sms)