KPU Depok Dituding Berpihak, Cawalkot Layangkan Protes

Kamis, 08 Oktober 2015 - 18:08 WIB
KPU Depok Dituding Berpihak,...
KPU Depok Dituding Berpihak, Cawalkot Layangkan Protes
A A A
DEPOK - Pasangan Calon Wali Kota (Cawalkot) Depok Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaemi melayangkan proteskan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pasangan nomor urut satu ini mempersoalkan adanya pengurangan jumlah pemilih dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pileg 2014 dan DPT Pilkada 2015, data yang dicatat pasangan ini menyusut hingga 39 ribu suara.

"Pengurangan jumlah pemilih ini melanggar hak asasi, langgar UU penghilangan hak demokrasi, 39 ribu suara. Kami layangkan protes tertulis ke Panwas dan KPUD. Masa lucu jumlah penduduk Depok terus bertambah tapi jumlah pemilih bisa menurun," tukas Calon Wakil Wali Kota Depok Babai Suhaemi di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Kamis (8/10/2015).

Pengurangan terjadi di tujuh kecamatan yakni Tapos (3.120 pemilih), Bojongsari (207 pemilih), Cipayung (4.560 pemilih, Sawangan (1.765 pemilih), Beji (1.0567 pemilih), Cinere (8.361 pemilih), dan Sukmajaya (10.732 pemilih). Babai menambahkan, belum lagi terkait adanya dugaan anggaran yang tidak transparan yang dilakukan KPU Kota Depok.

"Bisa saja korupsi, persoalan TPS kalau di dalam draft ajuan mereka ke pemerintah kenyataannya hanya sekian TPS," tukasnya.

Selain itu, banyaknya Alat Peraga Kampanye (APK) yang dipasang KPU Kota Depok justru lebih banyak APK calon incumbent. Ia menuding keberpihakan KPU terhadap pasangan incumbent juga terlihat dari setiap proses sosialisasi.

"Nomor dua banyaknya APK yang dipasang. APK nomor satu ada yang enggak dipasang, boleh dicek. APK kami juga ditempatkan di tempat yang kurang strategis, ditempatkan di tempat tak terlihat. KPUD enggak profesional harusnya APK berdampingan," tuturnya.

Dia juga menyesalkan sosialisasi yang tak optimal oleh KPU Kota Depok terkait tahapan Pilkada. Belum lagi banyaknya isu kampanye hitam soal SARA, menurutnya membuat pasangan ini dirugikan.

"Kampanye hitam bagaimana mempergunakan SARA, pihak calonnya sendiri bentuknya omongan jangan pilih calon wali kota yang kafir katanya, kan enggak benar. Itu fitnah, mengandung adu domba antar agama," tuturnya.

PILIHAN:

Ini Tarif Bajaj Online Milik Pemprov DKI Jakarta
(mhd)
Berita Terkait
Hari Ini, KPU Lakukan...
Hari Ini, KPU Lakukan Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Wali Kota Depok
Dapat No Urut 02, Idris-Imam:...
Dapat No Urut 02, Idris-Imam: Lanjutkan Dua Periode
Pilkada Depok: Idris...
Pilkada Depok: Idris Mengaku Berat Berpisah dengan Pradi
Jalani Tes Kesehatan,...
Jalani Tes Kesehatan, Afifah Sengaja Menginap di Bandung
Begini Teknis Pengundian...
Begini Teknis Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Depok
Ditinggal PAN saat Injury...
Ditinggal PAN saat Injury Time, Idris Optimistis dengan Gerbong PKS dan Koalisi TAS
Berita Terkini
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
55 menit yang lalu
Dukung Program MBG,...
Dukung Program MBG, Wali Kota Tangsel: Gizi Anak Jadi Prioritas Pembangunan SDM
55 menit yang lalu
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
1 jam yang lalu
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
3 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
6 jam yang lalu
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
8 jam yang lalu
Infografis
Protes Proyek Nimbus-Dukung...
Protes Proyek Nimbus-Dukung Palestina, Puluhan Karyawan Dipecat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved