55 Anak Panti Asuhan di Boyolali Keracunan Makanan

Selasa, 06 Oktober 2015 - 17:24 WIB
55 Anak Panti Asuhan...
55 Anak Panti Asuhan di Boyolali Keracunan Makanan
A A A
BOYOLALI - Sebanyak 55 anak penghuni Balai Pelayanan Sosial Asuhan Anak Pamardi Utomo, Boyolali dilarikan ke rumah sakit, Selasa (6/10/2015).

Mereka mengeluhkan mual-mual, pusing dan muntah. Diduga mereka keracunan makanan yang disantap sebelum berangkat sekolah.

Peristiwa keracunan diketahui pengelola panti sekitar pukul 08.30 WIB. Kala itu, pihak sekolah tempat anak-anak panti asuhan menuntut ilmu menghubungi.

“Kami mendapat telepon dari sekolah kalau anak-anak mual-mual dan muntah,” ujar Santoso, salah satu pengasuh Panti Asuhan Pamardi Utomo, Selasa siang.

Selanjutnya, anak-anak panti yang mengeluhkan sakit langsung dilarikan ke dua RS di Kota Boyolali. Sebanyak 38 anak dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Arang, dan 17 anak lainnya dibawa ke RS PKU Aisiyah Singkil.

Para penghuni panti yang keracunan umurnya bervariasi karena ada yang masih duduk di tingkat SD hingga SMA.

Sebelum berangkat sekolah, anak-anak sekitar pukul 06.00 WIB sarapan dengan lauk olahan daging. Makanan merupakan sumbangan salah satu katering dari sisa resepsi pada Senin malam 5 Oktober 2015.

Ketika itu, makanan langsung diberikan untuk makan malam namun tidak terjadi apa-apa. Karena masih ada sisa, makanan kembali diberikan untuk sarapan esok harinya.

“Sebelum diberikan ke anak-anak, makanan terlebih dahulu dihangatkan,” sambung Sumardi, pengasuh panti lainnya.

Setelah selesai makan, mereka selanjutnya berangkat ke sekolah masing-masing. Namun, pihaknya tidak menyangka anak-anak kemudian mengeluhkan gejala pusing, mual dan muntah-muntah.

Dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pandan Arang, Boyolali dr Andina FM mengatakan, mereka kemungkinan besar mengalami keracunan. “Jumlah korban banyak dengan gejala yang sama dan juga usai memakan makanan yang sama,” jelas Andina.

Korban yang mengeluhkan nyeri perut hebat, muntah banyak, dan tekanan darahnya turun diberikan infus. Mereka masih menjalani observasi di ruang IGD.

Sedangkan pasien yang kondisinya membaik, selanjutnya akan diperbolehkan pulang guna menjalani rawat jalan.
(sms)
Berita Terkait
SPPG Wajib Kantongi...
SPPG Wajib Kantongi Sertifikat Higienis Usai Kasus Keracunan MBG
Santap Nasi Kotak Saat...
Santap Nasi Kotak Saat Acara Tausiah, 90 Orang Masuk Rumah Sakit dan 1 Tewas
83 Warga Keracunan Usai...
83 Warga Keracunan Usai Hadiri Hajatan di Sukabumi
1 Tewas dan Belasan...
1 Tewas dan Belasan Lainnya Dirawat di Puskesmas Akibat Keracunan Makanan di Ciamis
Puluhan Warga Gunungkidul...
Puluhan Warga Gunungkidul Keracunan Makanan, 1 Meninggal Dunia
43 Santri di Gunung...
43 Santri di Gunung Putri Diduga Keracunan Nasi Kotak
Berita Terkini
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
11 menit yang lalu
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
3 jam yang lalu
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
3 jam yang lalu
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
6 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
6 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
7 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved