Lima Rumah Warga di Semanu Terbakar Secara Misterius
Kamis, 01 Oktober 2015 - 06:00 WIB
Lima Rumah Warga di Semanu Terbakar Secara Misterius
A
A
A
GUNUNGKIDUL - Warga Dusun Kwangen Lor, Desa Pacarejo Semanu digemparkan dengan terbakarnya lima rumah warga secara misterius.
Sejak dua minggu terakhir, tanpa sebab yang jelas satu persatu rumah kelima warga terbakar.
Kejadian aneh ini pertama kali menimpa rumah Ladino, kemudian rumah milik keluarga Tukijem, Jumiran, Pardal, dan rumah milik Sukirah juga demikian. Kelima Kepala Keluarga (KK) itu masih ada hubungan saudara dan memilki rumah yang berdekatan.
"Kejadiannya aneh, mulai dari dapur terbakar, hingga kasur yang terbakar," ucap Ladino.
Dijelaskannya, dapurnya sempat dilalap si jago merah tanpa sebab yang jelas. Pasalnya saat kejadian tidak ada aktivitas menggunakan api di dapurnya.
"Untuk rumah saya terkahir kami alami pada Selasa (29/9) sore hari. Gedek (anyaman bambu) dekat tungku masak terbakar, padahal kami tidak menyalakan api," sebutnya.
Diceritakan, saat kejadian dirinya bersama keluarga tengah berbincang-bincang di teras rumah. Dia kaget lantaran tiba tiba api berkobar di dapurnya.
Kondisi yang dialami benar-benar membuat keluarganya frustasi lantarans sebelumnya juga terjadi. "Hitungan saya sudah sepuluh hari, sejak kejadian pertama pada 18 September lalu, saya dengan keluarga tidak berani tidur di dalam rumah," katanya.
Hal senada juga disampaikan, korban lain Pardal. Secara mendadak, bagian gorden jendelanya terbakar dalam waktunya nyaris bersamaan dengan yang dialami Ladino.
Di tengah kepanikan, dia mengaku berusaha memadamkan titik apa secara manual. "Kami beruntung, api tidak meluas membakar rumah," pungkasnya.
Berbagai upaya dilakukan warga. Selain melaporkan ke BPBD juga mencari orang pintar mengatasi kondisi kebakaran yang mengancam warga tersebut.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono juga mengaku heran dengan kejadian tersebut.
"Kita sifatnya kalau ada kejadian dan bencana, datang untuk evakuasi dan membantu. Namun kalau seperti yang menimpa warga Dusun Kwangen kita masih belum bisa mencarikan solusi," pungkasnya.
Sejak dua minggu terakhir, tanpa sebab yang jelas satu persatu rumah kelima warga terbakar.
Kejadian aneh ini pertama kali menimpa rumah Ladino, kemudian rumah milik keluarga Tukijem, Jumiran, Pardal, dan rumah milik Sukirah juga demikian. Kelima Kepala Keluarga (KK) itu masih ada hubungan saudara dan memilki rumah yang berdekatan.
"Kejadiannya aneh, mulai dari dapur terbakar, hingga kasur yang terbakar," ucap Ladino.
Dijelaskannya, dapurnya sempat dilalap si jago merah tanpa sebab yang jelas. Pasalnya saat kejadian tidak ada aktivitas menggunakan api di dapurnya.
"Untuk rumah saya terkahir kami alami pada Selasa (29/9) sore hari. Gedek (anyaman bambu) dekat tungku masak terbakar, padahal kami tidak menyalakan api," sebutnya.
Diceritakan, saat kejadian dirinya bersama keluarga tengah berbincang-bincang di teras rumah. Dia kaget lantaran tiba tiba api berkobar di dapurnya.
Kondisi yang dialami benar-benar membuat keluarganya frustasi lantarans sebelumnya juga terjadi. "Hitungan saya sudah sepuluh hari, sejak kejadian pertama pada 18 September lalu, saya dengan keluarga tidak berani tidur di dalam rumah," katanya.
Hal senada juga disampaikan, korban lain Pardal. Secara mendadak, bagian gorden jendelanya terbakar dalam waktunya nyaris bersamaan dengan yang dialami Ladino.
Di tengah kepanikan, dia mengaku berusaha memadamkan titik apa secara manual. "Kami beruntung, api tidak meluas membakar rumah," pungkasnya.
Berbagai upaya dilakukan warga. Selain melaporkan ke BPBD juga mencari orang pintar mengatasi kondisi kebakaran yang mengancam warga tersebut.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono juga mengaku heran dengan kejadian tersebut.
"Kita sifatnya kalau ada kejadian dan bencana, datang untuk evakuasi dan membantu. Namun kalau seperti yang menimpa warga Dusun Kwangen kita masih belum bisa mencarikan solusi," pungkasnya.
(nag)