Damkar Sempat Kehabisan Air untuk Padamkan Api di Pasar Sukamandi
Senin, 14 September 2015 - 22:36 WIB
Damkar Sempat Kehabisan Air untuk Padamkan Api di Pasar Sukamandi
A
A
A
SUBANG - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Subang sempat kehabisan air untuk memadamkan kebakaran di Pasar Sukamandi. Sehingga upaya pemadaman sempat sedikit terkendala.
"Dua unit mobil damkar bahkan sempat kehabisan air untuk memadamkan api, tapi kebantu sama tiga mobil lainnya. Sumber airnya sedikit," kata Kapolsek Ciasem Kompol Sumanawadi, kepada Koran SINDO, Senin (14/9/2015).
Di musim kemarau ini, kata dia, satu-satunya sumber air yang bisa diandalkan untuk pemadaman berasal dari Kali Cijengkol (Ciasem), yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi pasar yang terbakar. Meski demikian, saat ini, kebakaran sudah berhasil dilokalisir, sehingga tidak meluas ke bangunan kios lainnya.
"Api sudah berhasil dilokalisir, tinggal menunggu pemadaman dan pendinginan. Ada lima unit damkar yang dikerahkan ke lokasi," ucapnya.
Pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran dan mendata jumlah kios yang terbakar berikut nilai kerugian materialnya. Namun diperkirakan, kerugian dari barang dan bangunan yang terbakar mencapai miliaran rupiah.
"Dua unit mobil damkar bahkan sempat kehabisan air untuk memadamkan api, tapi kebantu sama tiga mobil lainnya. Sumber airnya sedikit," kata Kapolsek Ciasem Kompol Sumanawadi, kepada Koran SINDO, Senin (14/9/2015).
Di musim kemarau ini, kata dia, satu-satunya sumber air yang bisa diandalkan untuk pemadaman berasal dari Kali Cijengkol (Ciasem), yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi pasar yang terbakar. Meski demikian, saat ini, kebakaran sudah berhasil dilokalisir, sehingga tidak meluas ke bangunan kios lainnya.
"Api sudah berhasil dilokalisir, tinggal menunggu pemadaman dan pendinginan. Ada lima unit damkar yang dikerahkan ke lokasi," ucapnya.
Pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran dan mendata jumlah kios yang terbakar berikut nilai kerugian materialnya. Namun diperkirakan, kerugian dari barang dan bangunan yang terbakar mencapai miliaran rupiah.
(sms)