Restorasi Gumuk Ancam Lahan Petani

Senin, 14 September 2015 - 11:15 WIB
Restorasi Gumuk Ancam...
Restorasi Gumuk Ancam Lahan Petani
A A A
BANTUL - Sejumlah petani yang menempati 10 hektare lahan pertanian di kawasan Pantai Parangtritis hingga Depok resah dengan rencana restorasi kawasan zona gumuk pasir yang akan dilakukan oleh pemerintah.

Mereka khawatir setelah restorasi lahan pertanian akan tertutup pasir sehingga tak bisa digunakan. Musdiyono, petani asal Dusun Grogol VII, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek mengungkapkan berdasarkan cerita dari nenek moyang mereka dahulu, sekitar tahun 1960an lalu, lahan pertanian di sepanjang gumuk pasir tertutup oleh pasir akibat hembusan angin yang menerpa gumuk pasir tersebut. Sejak itu, perlahan-lahan warga mulai melakukan penghijauan dengan menanami berbagai jenis tanaman.

“Beberapa kali warga harus mencoba tanaman yang cocok. Sampai akhirnya kami menanam jambu monyet,” ujarnya, kemarin. Sejak ada banyak tanaman di kawasan gumuk pasir, lahan pertanian perlahan-lahan dapat kembaliditanami. Danjika nanti akan ada restorasi, para petani kembali khawatir pasir akan menutupi lahan pertanian yang kini mereka garap. Sebab, dia mendengar restorasi tersebut akan menghilangkan tanamantanaman yang sebelumnya mereka sengaja berdayakan.

Ia berharap, pemerintah yang melakukan restorasi untuk memperhatikan nasib mereka setelah pelaksanaannya nanti. Jika nanti ada pemindahan lokasi pertanian, mereka berharap semuanya dilakukan dengan cuma-cuma. Para petani tak lagi harus mengeluarkan biaya untuk pengolahan lahan lebih besar lagi. “Kami berharap nasib petani diperhatikan. Soalnya lahan pertanian di sini cukup potensial. Jika ditanami bawang merah per hektare mampu menghasilkan 8 ton,” paparnya.

Guru Besar Fakultas Geografi UGM Prof Sunarto mengungkapkan, restorasi kawasan gumuk pasir adalah keinginan dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Sultan menginginkan kawasan zona inti harus bersih dari segala aktivitas yang dapat menghambat terbentuknya gumuk pasir tersebut. Oleh karena itu, restorasi akan membawa beberapa konsekuensi.

Sunarto menyebutkan, restorasi yang akan dilakukan adalah dengan mengembalikan bentuk zona gumuk pasir seperti keadaan semula, yaitu lahan gumuk pasir sebagai orooro alias ruang terbuka tanpa tanaman keras lainnya. Lahanlahan tersebut menjadi lahan terbuka dan tidak ada tanaman apapun di atasnya, sebab adanya tanaman dapat mengubah arah angin dalam membentuk gumuk pasir. “Intinya mengembalikan gumuk pasir seperti semula,” ungkapnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Tri Saktiyana mengatakan, penataan gumuk pasir dengan melakukan restorasi mulai dilakukan dengan pemasangan patok yang dilakukan oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X akhir pekan lalu. Namun penataan ini bukan bersifat instan karena membutuhkan waktu yang cukup lama. “Tidak serta merta langsung jadi, tetapi ini bertahap,” ujarnya.

Tri mengakui, sampai saat ini memang belum ada yang pasti berapa luasan yang akan digunakan sebagai zona inti gumuk pasir. Semua nanti berdasarkan kesepakatan antara para ahli dengan warga sekitar yang selama ini ada di gumuk pasir. Sehingga dia tidak mengetahui berapa besar lahan pertanian yang akan tergeser.

Erfanto linangkung
(ars)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
10 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
1 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
3 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved