Transjabodetabek Depok, Bekasi, Tangerang Masih Sepi Penumpang

Senin, 14 September 2015 - 01:42 WIB
Transjabodetabek Depok,...
Transjabodetabek Depok, Bekasi, Tangerang Masih Sepi Penumpang
A A A
JAKARTA - Angkutan transportasi masal Transjabodetabek milik Perusahaan Umum (Perum) Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) yang terintegrasi dengan jalur Transjakarta sepi penumpang. Perusahaan pelat merah tersebut hanya berani mengoperasikan 30 dari 78 unit yang disiapkan.

Direktur Utama PPD Pande Putu Yasa mengatakan, sejak diluncurkannya 78 unit bus Transjabodetabek pada akhir Agustus lalu, saat ini hanya mengoperasikan 30 unit yang terbagi di tiga koridor. Di antaranya Depok-PGC (Pusat Grosir Cililitan)-Grogol, Harapan Indah Bekasi-Pasar Baru, Poris Plawad-Kemayoran.

Sebab, kata Pande, saat ini belum melihat adanya antusias penumpang yang tertarik menggunakan Trasnjabodetabek. "Satu bus itu paling banyak sekitar 10 penumpang. Kalau penumpang dari dalam Transjakarta memang banyak, bisa sekitar 50 penumpang. Tapi kan kita tidak memungut bayaran kalau dari dalam," kata Pande Putu Yasa saat dihubungi, Minggu 13 September 2015 kemarin.

Pande menjelaskan, sedang mencari solusi dan penyebab sepinya minat penumpang Transjabodetabek. Sepinya penumpang, lanjut Pande, bukan lantaran masih beroperasinya Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB).

Sebab, kata dia, jalur atau trayek PPD Transjabodetabke dengan APTB berbeda. Terlebih, kalau bicara persaingan, seharusnya PPD bisa lebih diminati mengingat tarif yang diterapkan hanya satu kali pembayaran Rp10.000.

"Sisa bus yang belum dioperasikan ada di pul Ciputat dengan kondisi yang siap beroperasi. Kami akan operasikan kalau sudah ada solusinya," ungkapnya.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah menyayangkan sikap PPD yang belum mengoperasikan seluruh unit bus hibah dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub). Padahal, kalau seluruhnya beroperasi dengan baik, APTB secara otomatis hanya akan sampai diperbatasan dan pastinya akan ditinggal penumpang.

Andri mengakui jika Transjabodetabek memang tidak boleh memungut tarif terhadap penumpang yang naik dari area jalur bus Transjakarta. Namun, hal itu bukanlah alasan penyebab sepinya penumpang dari daerah mitra.

"Harusnya coba dulu dioperasikan semuanya. Masak baru beberapa hari saja sudah menyerah. Sebelum kerja sama dilakukan, mereka kan sudah menghitung perencanaananya. Namanya baru, harus dijalanin dulu," ujarnya.
(whb)
Berita Terkait
Lin Kuning di Jember...
Lin Kuning di Jember Disulap Jadi Angkutan Umum Sultan
Angkutan Umum Naikkan...
Angkutan Umum Naikkan Tarif, Dirjen Hubdat: Itu Mekanisme Pasar
Menhub Izinkan Angkutan...
Menhub Izinkan Angkutan Umum Kembali Beroperasi Besok
4 Artis yang Suka Naik...
4 Artis yang Suka Naik Kendaraan Umum
Miris, Usaha Angkutan...
Miris, Usaha Angkutan Umum di Semarang Mati Suri
Dishub Sulsel Larang...
Dishub Sulsel Larang Angkutan Umum Tak Layak Beroperasi
Berita Terkini
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
20 menit yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
52 menit yang lalu
Abidin Fikri: Evaluasi...
Abidin Fikri: Evaluasi Haji 2026, Bekal Perbaikan Layanan Tahun Depan
2 jam yang lalu
Workshop di Makassar,...
Workshop di Makassar, Tri Tito Karnavian Ingatkan Orang Tua Wajib Hadir dalam Aktivitas Digital Anak
2 jam yang lalu
Jelang Musda Partai...
Jelang Musda Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Dapat Dukungan dari Mualem
2 jam yang lalu
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Hakim Jadwalkan Putusan Praperadilan ke-2 Roy Suryo pada 20 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Elon Musk Mengkritik...
Elon Musk Mengkritik Jet Tempur Siluman F-35 yang Masih Berpilot
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved