Aktivitas Siswa Terganggu Asap TPA Cempo

Rabu, 09 September 2015 - 09:48 WIB
Aktivitas Siswa Terganggu...
Aktivitas Siswa Terganggu Asap TPA Cempo
A A A
KARANGANYAR - Kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir( TPA) Putri Cempo Kota Solo sejak Minggu (6/9) lalu mulai mengganggu aktivitas warga sekitar.

Bahkan, ratusan siswa SD Plesungan 2 Gondangrejo harus menggunakan masker saat mengikuti kegiatan belajar-meng-ajar. Asap hasil kebakaran tersebut dikhawatirkan berdampak bagi kesehatan siswa pada khususnya dan warga Plesungan pada umumnya. Kepala SD Plesungan 2 Sukatno mengungkapkan, asap kebakaran dari tempat pembuangan sampah mengarah ke Desa Plesungan yang masuk wilayah administratif Kabupaten Karanganyar.

Sejak kebakaran terjadi, asap yang ditimbulkan cukup pekat dan sangat mengganggu aktivitas warga sekitar. Bahkan, kegiatan belajar-mengajar di SD Plesungan 2 mengalami hambatan yang cukup serius. Pekatnya asap membuat para siswa susah berkonsentrasi saat pelajaran berlangsung karena terserang sesak nafas, utamanya murid yang duduk di bangku kelas I dan II.

“Lokasi sekolah sangat dekat dengan TPA Putri Cempo Kota Solo, sehingga saat kebakaran seperti ini asapnya sangat mengganggu kegiatan belajar- mengajar,” ucapnya kepada KORAN SINDO kemarin. Sukatno menerangkan, meski terganggu dengan asap kebakaran sampah, kegiatan belajar-mengajar tetap berlangsung. Siswa hanya diminta mengenakan masker untuk meminimalisasi dampak kesehatan akibat menghirup asap.

Dia mengaku belum berencana menghentikan aktivitas belajar-mengajar selama masih memungkinkan. Namun jika kondisi asap makin pekat dan bau menyengat tidak berkurang, pihaknya akan meliburkan siswa untuk sementara waktu. “Sudah dua hari ini asap mengganggu, namun anak-anak belum kami liburkan, akan tetapi jika kebakarannya semakin parah nantinya akan kita konsultasikan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan OlahragaKaranganyar,” paparnya.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar Timotius Suryadi mengungkapkan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya mendistribusikan sekitar 500 masker untuk siswa dan warga sekitar yang terdampak.

Selain itu, PMI juga telah menyiapkan tenaga medis yang sewaktu-waktusiapditerjunkan jika dampak asap kebakaran sudah mengganggu kesehatan warga. “Kita sudah siapkan, kalau membutuhkan warga tinggal hubungi saja,” ucapnya.

Arief setiadi
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Pengendara Ninja yang...
Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya
2 jam yang lalu
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Jadi Tersangka Kasus Suap, Hartanya Rp10,6 Miliar
2 jam yang lalu
Polri Presisi Dinilai...
Polri Presisi Dinilai Telah Sampai di Hati Masyarakat
2 jam yang lalu
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
4 jam yang lalu
Polresta Bandara Soetta...
Polresta Bandara Soetta Gerebek Pabrik Narkoba Internasional Beromzet Rp360 Miliar, Transaksi Pakai Kripto
6 jam yang lalu
KM Makmur Jaya Mati...
KM Makmur Jaya Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, 150 Penumpang Dievakuasi
7 jam yang lalu
Infografis
Bina Siswa Nakal di...
Bina Siswa Nakal di Barak Militer, Maarif Institut: Berpotensi Merusak Sistem Pendidikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved