Tutup Galian C Ilegal, Dihadiahi Warga Ayam Kampung

Minggu, 30 Agustus 2015 - 09:58 WIB
Tutup Galian C Ilegal,...
Tutup Galian C Ilegal, Dihadiahi Warga Ayam Kampung
A A A
Nama Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rina Sari Ginting di lingkungan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) sudah tak asing lagi.

Dialah polisi wanita (polwan) pertama yang mengemban tugas sebagai Kapolres Binjai 2008–2010. Masih segar di ingatannya, saat dia mendapat telegram rahasia (TR) Kapolri, ditunjuk menjadi Kapolres Binjai, menjadi jawaban penantiannya selama tiga tahun setelah lulus dari Sekolah Pimpinan Menengah (Sespimen) yang harus dilalui seorang polisi untuk mendapatkan pangkat AKBP.

“Saya bersyukur (terima TR), begitu tamat Sespim, cita-cita saya menjadi kapolres tercapai. “Itu lama saya tunggu, hampir tiga tahun,” ujar Rina. Sebagai anggota Polri, penunjukan oleh pimpinan tersebut harus bisa dilaksanakan dan siap mempertanggungjawabkann ya. Inilah yang menjadikannya masuk dalam sejarah Polda Sumut. Terbitnya TR tersebut menjadikannya sebagai polwan pertama yang memimpin polres.

Rina mengakui penunjukan tersebut harus betul-betul mempersiapkan diri untuk mengemban tugas dan tanggung jawab tersebut. Sebagai polwan pertama yang mengemban tugas sebagai kapolres, Rina aktif meminta saran dari pendahulunya. Rina tahu betul tanggung jawab yang diembannya tersebut tidaklah mudah. Ketertiban dan keamanan masyarakat Kota Binjai menjadi prioritas tugasnya untuk dijaga. Dia tak mau pula dianggap lemah dengan status sebagai wanita memimpin Polres Binjai.

“Hal pertama yang saya persiapkan adalah mental dan fisik. Ya, saya tahu saya seorang wanita. Selama menjabat kapolres, saya tekankan diri saya selalu berusaha sekuat tenaga,” ujar istri dari Willem Bangun ini. Memang bukan hal baru bagi ibu tiga anak ini memimpin wilayah kepolisian. Tercatat, Rina pernah memimpin Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Medan Barat (2001) dan Polsekta Medan Kota (2001–2002).

Mengemban tugas sebagai Kapolres Binjai inilah yang tertinggi dialaminya saat itu. Kota Binjai yang mencakup lima kecamatan yang berbatasan dengan Deliserdang dan Langkat dan menjadi jalur transportasi utama menuju Provinsi Aceh, menjadikan Rina harus sigap dan waspada terhadap gangguan keamanan dan ketertiban.

“Saat itu saya bertanya dengan kapolres pendahulu saya dan rekan-rekan saya. Saya bertanya bagaimana kondisi, apa masalah dan harapan masyarakat Binjai. Terpenting, saya harus kuasai daerah yang saya pimpin. Itu yang selalu saya terapkan,” kata pejudo peraih medali emas kelas 56–61 kg PON XI/1985 Jakarta itu. Selama menjabat sebagai Kapolres Binjai, Rina masih ingat kala harus berhadapan dengan oknum masyarakat Kelurahan Bhakti Karya, Binjai Selatan, yang melakukan aktivitas penambangan liar galian C.

Bersama unsur TNI setempat menutup paksa aktivitas galian C di daerah tersebut. Tindakan yang dipimpinnya tersebut mendapat perlawanan para pekerja. Namun sikap tegasnya itu pula membuat masyarakat Tanah Merah Lingkungan III, IV dan V Binjai Selatan mengucapkan terima kasih kepada dirinya.

Saat itu warga memberikan hadiah berupa ayam kampung kepada Rina sebagai bentuk terima kasih atas tindakan beraninya tersebut. “Ya. Itu pengalaman yang saya rasa berkesan bagi saya. Aktivitas galian C tanpa izin itu sudah beroperasi bertahun-tahun dan jelas merusak lingkungan, irigasi rusak, memang ada perlawanan, tapi tidak ada jalan lain, aktivitas galian harus dihentikan,” tandasnya.

Rina melihat tugas seorang polwan tak bisa dikesampingkan dari tugas Polri dewasa ini. Tugas polwan sekarang tak hanya fokus berkaitan dengan kenakalan anak-anak dan remaja, kasus perkelahian antarpelajar dan kasus kejahatan wanita saja. Polwan juga telah ditempati di seluruh kesatuan Polri dan dibaurkan dengan polisi pria. Inilah yang menjadikan tak ada lagi jarak antara polisi pria dan polisi wanita.

“Tantangan Polri semakin tinggi. Polwan tak lagi menjadi perbandingan dengan polisi pria soal tugas pokok. Polri ada SOP (standar operasional prosedur). Jadi, polwan harus siap menerima dan menjalani SOP itu, dan itu sudah jelas menjadi tanggung jawab pokok seorang polisi,” kata Rina.

Haris Dasril
Medan
(ars)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
56 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
58 menit yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
58 menit yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
1 jam yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved