Peringatan Sultan Maulana Yusuf ke-435 Ingatkan Kejayaan Banten

Minggu, 30 Agustus 2015 - 06:28 WIB
Peringatan Sultan Maulana...
Peringatan Sultan Maulana Yusuf ke-435 Ingatkan Kejayaan Banten
A A A
SERANG - Peringatan mengenang Sultan Maulana Yusuf yang ke-435 digelar di Desa Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, tepatnya di depan makam sang penakluk Pakuan Pajajaran.

Acara haul anak dari Sultan Maulana Hasanudin yang mampu melanjutkan ekspansi Banten ke kawasan pedalaman Sunda pada tahun 1570 ini dihadiiri Gubernur Banten Rano Karno, para ulama, kiai, serta ribuan santri se Banten.

"Tempat ini (makam Sultan Maulana Yusuf) tidak akan pernah jaya kalau tidak bisa menjaga amanahnya," kata Rano, dalam sambutannya, Sabtu (29/8/2015).

Dalam kesempatan itu, Rano yang kini menjadi pemimpin di Tanah Jawara meminta dukungan dari para alim ulama, kiai, santri, dan masyarakat disisa masa kepemimpinannya yang tinggal satu setengah tahun lagi.

"Saya yakin, dengan dukungan ulama, insya allah, Banten akan mencapai masa jayanya kembali. Semoga kita semua sebagai anak cucunya, bisa meneruskan cita-citanya (Maulana Yusuf)," terangnya.

Sementara itu, salah satu yang hadir yakni Abuya Dimyati Ali Murtado pengasuh serta pemilik pondok pesantren terbesar di Banten yang berada di Cidahu, Kabupaten Pandeglang, mengatakan bahwa dalam mengenang jasanya, masyarakat Banten untuk selalu menjaga keamanan dan ketentraman, sehingga kejayaan Banten dapat terwujud kembali seperi zaman Kesultanan Banten.

"Masyarakat Banten ingin maju dan dapat bersatu, kita mesti belajar dari pengalaman yang dahulu (Para Sultan Banten). Sehebat apapun pemimpinnya, tidak akan terwujud kekuatan kalau pemimpinnya jauh dari ulama," kata Abuya.

Sultan Maulana Yusuf merupakan sultan kedua di Kesultanan Banten yang memimpin dari tahin 1570 hingga 1580, dalam peran aktifnya selama menjabat sultan adalah memajukan perekonomian Banten melalui bidang pertanian.

Selain itu, Maulana Yusuf juga yang memplopori pembenahan benteng menggunakan bata merah dan karang untuk mengkokohkan benteng dari serbuan para lawan.

Pada tahun 1580, Sultan Maulana Yusuf tewas karena sakit keras yang dideritanya, dan dimakamkan di kawasan Banten Lama. Setiap harinya, makam Sultan kedua Banten ini selalu ramai dari para peziarah, baik lokal maupun luar daerah, terutama dihari perayaan besar Islam.
(san)
Berita Terkait
Pemprov Banten Prioritaskan...
Pemprov Banten Prioritaskan Kesehatan
DPRD Banten Restui Langkah...
DPRD Banten Restui Langkah Gubernur Suntik Bank Banten Rp 1,9 Triliun
Demi Cegah Covid-19,...
Demi Cegah Covid-19, Gubernur Banten Sarankan Belanja di Warung Tetangga
Sekretariat DPRD Banten...
Sekretariat DPRD Banten Optimis Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik
Gubernur Banten Instruksikan...
Gubernur Banten Instruksikan Kepala Sekolah Menjadi Relawan Covid-19
Gubernur Banten Andra...
Gubernur Banten Andra Soni Perpanjang Waktu Pembebasan Pokok dan Sanksi Pajak Kendaraan Bermotor hingga 31 Oktober 2025
Berita Terkini
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
1 jam yang lalu
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
1 jam yang lalu
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
1 jam yang lalu
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
2 jam yang lalu
Transjakarta Alihkan...
Transjakarta Alihkan 25 Armada Rute Tn Abang-Blok M dan Tj Priok-Kampung Rambutan
3 jam yang lalu
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah AbangBlok M dan Tj PriokKp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
4 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved