Kekerasan Seksual terhadap Anak di Bantul Meningkat

Jum'at, 14 Agustus 2015 - 04:30 WIB
Kekerasan Seksual terhadap...
Kekerasan Seksual terhadap Anak di Bantul Meningkat
A A A
BANTUL - Angka kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Bantul menunjukkan tren peningkatan. Bahkan, belakangan pelaku kekerasan seksual tersebut justru orangtua kandung.

Andri Irawan dari Divisi Hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Anak (P2TP2A) Bantul mengungkapkan, pihaknya mencatat hingga bulan Agustus ini sudah terjadi lebih dari 35 kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur. Dua di antaranya persetubuhan yang dilakukan oleh bapak kandung mereka.

"Tahun lalu, total kekerasan dalam rumah tangga termasuk di dalamnya kekerasan seksual terhadap anak mencapai 75 kasus," ujarnya, Kamis (13/8/2015).

Andri mengatakan, selain secara kuantitas, secara kualitas juga mengalami peningkatan. Kekerasan seksual alias pencabulan tak hanya dilakukan orang sekeliling korban, tetapi sudah dilakukan oleh orangtua kandung korban.

Ia mencatat, sejak Lebaran hingga pertengahan Agustus ini sudah ada dua kasus pencabulan oleh ayah kandung di Bantul, sementara tahun lalu hanya satu kasus.

Dua kasus tersebut terjadi di Kecamatan Jetis dan Bantul, dengan korban masih duduk di bangku SD dan SMP. Di Kecamatan Bantul, kasus yang menimpa anak SD ini sudah memasuki tahap pelimpahan ke polisi. Sementara di Kecamatan Jetis, kekerasan seksual yang menimpa anak SMP baru memasuki tahap negosiasi.

"Belum ada kesimpulan apakah akan dibawa ke jalur hukum atau kekeluargaan," ujarnya.

Menurutnya, tren kasus kekerasan seksual terhadap anak memang selalu mengalami peningkatan sejak semester kedua setiap tahunnya. Pihaknya belum melakukan penelitian lebih jauh penyebab meningkatnya kasus kekerasan seksual di semester kedua.

Pendamping Psikologis P2TP2A Bantul Lembar Dyahayu mengakui, permasalahan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur memang sangat kompleks, demikian juga penyebabnya.

Menurutnya, kenaikan ini memang fenomena yang tak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi yang begitu pesat.

"Sekarang begitu mudah mengakses pornografi, sehingga mudah terpengaruh."
(zik)
Berita Terkait
KPPB Ajak Masyarakat...
KPPB Ajak Masyarakat Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun
Ketua RPA Perindo: Jangan...
Ketua RPA Perindo: Jangan Sungkan Lapor, Pendampingan Kami Gratis!
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Serius Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Kampanye 16 Hari Anti...
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Pemkot Depok Minta Warga...
Pemkot Depok Minta Warga Tak Takut Laporkan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak via Hotline
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
3 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
3 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
3 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
4 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
5 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
7 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved