Tambang Pasir Ilegal Terus Berlangsung

Kamis, 06 Agustus 2015 - 08:27 WIB
Tambang Pasir Ilegal...
Tambang Pasir Ilegal Terus Berlangsung
A A A
BANTUL - Meski sudah dilarang aktivitas penambang liar di Kabupaten Bantul terus berlangsung. Komitmen pemerintah terhadap pelarangan penambangan ilegal hanya isapan jempol.

Lurah Desa Gadingharjo, Kecamatan Sanden, Aan Indra mengakui, beberapa ratus meter dari bibir pantai di wilayah yang masuk ke Desa Gadingharjo dan tetangganya Srigading, masih ada aktivitas pengerukan bukit pasir pantai. Aktivitas penambangan tersebut sudah berlangsung sejak 2012 yang lalu.

“Setahu saya, pernah ditutup 2008. Akan tetapi marak lagi 2012 yang lalu,” ujar Lurah Desa yang belum lama menjabat ini, kemarin. Aan mengakui, jika aktivitas pengerukan pasir pantai di wilayahnya berlangsung terus-menerus. Ratusan truk yang sebagian besar berasal dari Klaten dan Semarang hilir mudik mengangkuti pasir pantai di wilayahnya.

Aktivitas pengerukan pasir ini juga berlangsung sepanjang hari atau 24 jam nonstop tanpa henti. Aan berkilah tidak menindak atau menghentikan aktivitas pengerukan pasir pantai di wilayahnya lantaran tak memiliki kekuatan. Selain itu, pihaknya juga tidak memiliki kewenangan untuk melarang aktivitas penambangan pasir tersebut meskipun berada di wilayahnya. Dia juga mengaku kesulitan melarangnya, karena aktivitas penambang liar tersebut berada di lahan pribadi.

Aan tak bisa berbuat banyak karena sebagian penambang pasir liar berlangsung di lahan yang bersertifikat atas nama pribadi. Namun Aan mengaku tak berkutik meski ada beberapa titik yang ditambang tidak bersertifikat karena masih berstatus sebagai tanah istimewa dan tanah oro-oro.

Tidak adanya kewenangan ke pemerintah desa, membuat aktivitas penambangan liar tersebut langgeng. “Saya sudah berkali-kali sosialisasi jika penambangan bukit pasir ini membahayakan pemukiman, tetapi nampaknya tak mempan,” ucapnya. Ia menyadari bahwa pengerukan bukit pasir pantai tersebut membahayakan pemukiman. Sebab, wind barrier ataupun penghalang alami telah hilang.

Ketika nanti terjadi bencana tsunami, air laut akan langsung menerjang ke pemukiman karena tidak ada penghambat lagi. Namun ia tak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menunggu ketegasan dari instansi terkait. Sebenarnya, lanjut Aan, masyarakat sudah menyadari dan banyak mengeluhkan saat ini angin laut sudah semakin kencang terasa masuk ke pemukiman.

Meski menyadari hal tersebut adalah salah satu pengaruh dari aktivitas pengerukan pasir pantai di dekat wilayah mereka, masyarakat juga tidak berani menegur bahkan menghentikannya. “Dulu itu tingginya tiga sampai empat meter dan sekarang sudah landai. Masyarakat sebenarnya sadar, tetapi mereka hanya bisa pasrah,” katanya.

Lurah Desa Srigading, Widodo, juga mengakui sangat risih dengan aktivitas pengerukan pasir di desa tetangganya tersebut. Sebab, pengerukan pasir tersebut berada sangat dekat dengan wilayahnya. Namun ia tidak kuasa untuk menegurnya karena bukan wilayahnya. Ia baru berani menghentikannya jika penambangan pasir pantai tersebut masuk ke wilayah Srigading.

“Kemarin sempat ada yang di Srigading, tetapi langsung saya datangi dan saya tegur. Akhirnya bisa berhenti,” ungkapnya. Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mengatakan, fungsi pasir terutama yang berbukit di sepanjang pantai sebenarnya sangat vital.

Selain sebagai penghalang alami, bukit pasir tersebut berfungsi menjadi penghalang utama jika air laut naik ke daratan ketika tiba-tiba terjadi bencana tsunami. “Jika jumlah pasir berkurang, maka kemampuan menahan air juga berkurang ketika tsunami terjadi,” paparnya.

Erfanto linangkung
(bbg)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
2 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
3 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
3 jam yang lalu
Infografis
Netanyahu: Pendudukan...
Netanyahu: Pendudukan Ilegal atas Tanah Suriah akan Selamanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved