Siswa Takut Sekolah Mereka Ambruk

Selasa, 04 Agustus 2015 - 09:39 WIB
Siswa Takut Sekolah...
Siswa Takut Sekolah Mereka Ambruk
A A A
GUNUNGKIDUL - Rusaknya bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Banjarejo, Tepus (sebelumnya tertulis MI Wonosobo) hingga kini belum tertangani.

Pihak sekolah mulai khawatir bangunan tersebut bisa mengancam keselamatan guru dan siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kepala Sekolah MIM Ban jarejo Heri Mustofa mengatakan, bangunan MIM ini dibangun pada 1987. Dari tujuh ruangan yang ada, saat ini hanya ada tiga ruangan yang kondisinya baik.

Tiga ruangan tersebut yakni ruang kelas V, kelas VI, serta ruang kepala sekolah dan guru. “Sementara empat di antaranya mengalami kerusakan cukup parah dan membahayakan kegiatan belajar mengajar,” katanya kepada wartawan, kemarin. Dari pantauan KORAN SINDO, kayu-kayu penyangga atap mulai rusak. Kondisinya juga sudah miring dan rawan ambrol.

Bahkan tiang penyangga teras sudah tidak layak sehingga pihak sekolah terpaksa memasang tiang penyangga darurat. “Kami sudah sampaikan kon disi bangunan di MIM ini ke Kementrian Agama, namun belum ada tindak lanjut,” kata dia. Padahal kalau melihat jumlah murid, untuk sekolah ini masih standar dengan memiliki 69 siswa. Jarak dengan salah satu SD negeri juga cukup.

“Jadi memang ini semestinya masih dipertahankan dan segera ada renovasi. Jarak dengan SD negeri sekitar 5 km,” bebernya. Selain kondisi atap, kondisi lantai di ruang kelas juga memprihatinkan. Lantai yang terbuat dari ubin tersebut mengelupas dan banyak sekali lubang ubin sehingga tanah warna merah terlihat.

Sementara dinding penyekat yang memisahkan ruangan kelas juga dalam keadaan miring dan bisa roboh sewaktuwaktu. ”Kami tidak memiliki anggaran. Di sekolah ini hanya ada satu guru PNS, sepuluh lainnya hanya guru honorer,” kata heri. Menurutnya, saat ini pihaknya juga tidak mampu memasang gambar presiden dan wakil presiden di setiap kelas.

Ini lantaran tidak adanya anggaran yang dimiliki. “Kami saja masih menanggung utang pembayaran untuk operasional sebesar Rp9 juta, jadi kami belum memiliki gambar presiden dan wakil presiden,” katanya. Heri menambahkan, untuk kelancaran operasional sekolah, para guru terpaksa harus patungan untuk membeli keperluan kegiatan belajar.

Sementara itu, salah seorang siswa kelas V MIM tersebut, Dea Oktavia Ayu Ramadani mengaku sering kali khawatir dengan bangunan sekolahnya. Dia berharap sekolahnya bisa segera dibangun sehingga bisa nyaman menerima pelajaran. ”Kami sering waswas dan takut kalau ambruk, harapan kami bisa dibangun,” ucapnya.

Suharjono
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
4 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
4 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
Bina Siswa Nakal di...
Bina Siswa Nakal di Barak Militer, Maarif Institut: Berpotensi Merusak Sistem Pendidikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved