Dikenalkan Gamelan hingga Membuat Kain Batik

Senin, 03 Agustus 2015 - 08:09 WIB
Dikenalkan Gamelan hingga...
Dikenalkan Gamelan hingga Membuat Kain Batik
A A A
KULONPROGO - Sebanyak 18 pelajar asal Dominicus College in Nijmegen, Belanda selama sepekan ini mengikuti pendidikan dan praktik lapangan di Wild Rescue Center yang dulu dikenal dengan Pusat Penyelamatan Satwa Yogyakarta (PPSJ).

Tidak hanya menjadi volunter bagi para satwa yang terancam punah, mereka juga belajar seni dan kebudayaan yang ada di masyarakat Kulonprogo. Salah satunya adalah belajar memainkan gamelan di Sanggar Karawitan Lestari Budaya di Pedukuhan Cumethuk, Desa Kedungsari, Pengasih.

Para pelajar yang masih berusia belasan tahun ini pun dikenalkan dengan beberapa jenis musik Jawa. Mulai dari kendang, saron, demung, gong, bonang, maupun gender. Mereka tidak hanya menonton, tetapi juga memainkan alat musik Jawa yang belum pernah mereka pegang. Sebab selama ini mereka lebih mengenal drum, atau alat musik perkusi yang lebih modern. “Ini pertama kali saya mainkan, saya sangat menikmatinya,” ujar Jimmy di sela-sela memainkan gamelan.

Para bule muda ini pun cukup antusias mendengarkan penjelasan dari para pelatih. Mereka juga dikenalkan dengan not angka, yang terbilang cukup unik. Tak ayal saat memainkan gamelan ini, mereka Nampak kikuk. Namun dengan bimbingan dan arahan, mereka mulai lihai memainkan lagu yang mudah dimainkan. “Masyarakat di sini juga cukup ramah,” ujarnya.

Selain belajar gamelan, para pelajar ini juga dikenalkan dengan membatik. Mereka diajak untuk praktik langsung mencanting yakni membuat gambar dan pola dengan canting menggunakan malam. Bahkan mereka juga diajarkan cara membuat batik cap, mewarnai hingga membuat desain lebih kreatif. “Kami juga ingin mengenal budaya yang ada di Indonesia,” ujar Nicole Hamers, salah seorang guru di Dominicus College in Nijmegen.

Pendamping dari WRC Yogyakarta, Rosalia Setiawati mengatakan, para pelajar ini datang ke WRC untuk melaksanakan kegiatan selama sepekan. Pada pagi hari mereka menjadi relawan dan membantu proses rehabilitasi satwa.

Sementara siang hari mereka diajak mengenal dan terjun langsung dalam kegiatan dan budaya yang ada di Kulonprogo. Mulai dari memainkan gamelan, membatik, hingga beberapa kegiatan lain. “Mereka juga mengajarkan bahasa Inggris kepada para pemuda di sini,” katanya.

Para pelajar ini pun akan mengikuti kegiatan wisata di Yogyakarta dengan mengunjungi Malioboro. Mereka juga akan mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Kuntadi
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
17 menit yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
42 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
52 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
4 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
6 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved