Sejumlah Nelayan Danau Tempe Geruduk Kantor Perikanan

Senin, 27 Juli 2015 - 11:10 WIB
Sejumlah Nelayan Danau...
Sejumlah Nelayan Danau Tempe Geruduk Kantor Perikanan
A A A
SENGKANG - Sejumlah nelayan Danau Tempe menggeruduk dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Wajo. Mereka mempertanyakan kelanjutan lelang eks ornamen di danau Tempe.

Hal tersebut menyusul adanya oknum inisial HKD yang melakukan aktivitas di eks ornamen, sementara berdasarkan surat edaran Dinas perikanan, pelelangan eks ornamen di danau Tempe ditunda, mengingat adanya program nasional rencana pengerukan danau tempe.

Akibatnya, nelayan lain, geram karena ulah oknum tersebut yang melakukan aktivitas tanpa melalui proses pelelangan.

"Yang kami sesalkan, adanya oknum yang melakukan aktivitas sementara belum ada pelelangan, tentu nelayan lain juga ingin ikut lelang. "Kata Macoa Tappareng Danau Tempe Sussang yang mendampingi para petani.

Dia meminta dinas kelautan dan perikanan, segera menindak lanjuti aspirasi para nelayan, karena ditakutkan, terjadi bentrok antar nelayan di danau.

"Kami berharap hal ini segera ditindak lanjuti, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Ketua Forum Penyelamat Danau Tempe Andi Fajar Asmari berharap, para nelayan untuk bisa menahan diri terkait hal tersebut.

Dirinya juga berharap Dinas terkait segera mengambil sikap. "Secepatnya hal ini harus ditindak lanjuti, jangan sampai terjadi bentrok antar nelayan," katanya.

Kepala Bidang Pengawasan Dinas Kelautan dan perikanan Kabupaten Wajo Andi Siswati, mengaku akan segera menggelar rapat koordinasi dengan mennghadirkan kedua belah pihak, instansi kepolisian, dan pihak FPDT untuk membicarakan hal tersebut.

"Oknum HKD memang pernah datang ke kantor Dinas Perikanan untuk mempertanyakan perpanjangan lelang eks ornamen. Tapi kami sudah menjelaskan bahwa belum ada perpanjangan," sebutnya.

Dikatakan, ditundanya pelelangan eks ornamen di Danau tempe disebabkan oleh adanya program nasional rencana pengerukan Danau Tempe.

"Ditakutkan, ketika dilelang, kemudian Danau Tempe dikeruk, maka tentu akan merugikan masyarakat, minimal tentu akan dikeluarkan lagi biaya ganti rugi," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Mencekam! Bentrokan...
Mencekam! Bentrokan Pecah di Konawe, Warga Protes Debu Batu Bara Dibalas Tembakan Gas Air Mata
Kantor Bawaslu Bengkulu...
Kantor Bawaslu Bengkulu Selatan Kembali Didemo, Massa Bawa Keranda Mayat
Terancam, Tenaga Medis...
Terancam, Tenaga Medis dan Warga Pendatang Mengungsi Tinggalkan Kobakma Papua
Camat Parung Panjang...
Camat Parung Panjang Ngumpet di Kantor, Massa Demo dan Aparat Saling Dorong
Warga Ramai-ramai Kepung...
Warga Ramai-ramai Kepung Kantor Camat Parung Panjang, Sindir Pungli: Ada Uang Seratus, Jalan Lu Mulus
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Berita Terkini
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
18 menit yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
1 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
3 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
13 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
14 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
14 jam yang lalu
Infografis
Apakah Makan Tempe dan...
Apakah Makan Tempe dan Tahu Bisa Menyebabkan Asam Urat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved