Jalanan Kembali Lancar, Stres Akibat Kemacetan Hilang
Sabtu, 25 Juli 2015 - 10:34 WIB
Jalanan Kembali Lancar, Stres Akibat Kemacetan Hilang
A
A
A
KUNINGAN - Selama hampir dua pekan, ruas-ruas jalan di Kabupaten Kuningan penuh sesak oleh kendaraan pemudik dan wisatawan yang berkunjung untuk berlibur di daerah berhawa sejuk ini.
Namun, kemarin, situasi jalanan mulai berangsur nor mal dan lalu lintas pun kembali lancar. Sejumlah titik yang pada musim mudik dipenuhi ken - daraan, kini terlihat tanpa ham - batan. Antrean kendaraan yang membuat pengendara stress pun tak lagi mendera warga.
“Pada H+3 atau pada Ming gu (19/7), saya melakukan per - jalanan dari Kadugede ke Ci limus memakan waktu sampai li ma jam, padahal biasanya pa ling lama juga 45 menit hingga satu jam, saat itu saya benar-benar dibuat stres,” keluh Niar Rach - maniar, 44, warga Desa/ Ke ca - matan Cilimus yang ke seharian - nya berjualan di Kadu gede.
Senada, Nanang, 46, warga De sa Linggarjati Kecamatan Cili - mus juga mengaku dibuat stress oleh antrean kendaraan saat musim mudik lalu. Me nurut dia, pada hari-hari biasa, waktu tem - puh dari eks Ter minal Cirendang ke Linggarjati hanya sekitar 30 menit. Na mun, saat hari H, tepatnya men jelang sore, dirinya ter jebak kemacetan hing ga waktu te m puh mencapai lima lima jam.
“Aduh untungnya tidak setiap hari Kuningan menga - lami ke macetan seperti itu, hanya saat-saat musim mudik Idul Fitri saja, terbayang kalau seperti di kota-kota besar yang macet setiap hari, kita bisa dibikin stres,” ujarnya.. Bagi warga Kuningan, ke - macetan lalu lintas memang bukan hal biasa.
Sebab, setiap hari, kondisi arus lalu-lintas di kawasan lereng Gunung Ci - remai biasanya mengalir tanpa hambatan. Sehingga, wajar jika pada musim mudik lalu, se - bagian masyarakat Kuningan di buat pusing dan stress. Sementara itu, sekitar 30% kendaraan pemudik di per ki - rakan akan melintasi jalur uta - ma wilayah Garut pada arus balik Sabtu (25/7) dan Minggu (26/7) mendatang.
Kapolres Garut AKBP Arif Rachman mengatakan, pihak - nya telah menginstruksikan personel kepolisian untuk ber - siaga di dua jalur utama K a - bupaten Garut, yakni Lim ba - ngan-Malangbong dan Ka du - ngora-Cilawu.
“Berdasarkan data peng - hitungan jumlah kendaraan selama arus mudik Lebaran tahun ini, baru 70% di ant ara - nya yang sudah kembali dari arah Tasikmalaya ke Bandung. Ma sih ada sekitar 30%-nya yang belum kembali pada arus balik,” kata Arif kemarin.
Sejumlah ruas jalan di ka - wasan perkotaan pun diper - kirakan akan mengalami ke pa da - tan karena posisi Garut se bagai daerah perlintasan wi sata. Untuk mengantisipasi ham - batan ini, tambah dia, pihaknya akan mem ber lakukan sistem one way atau bu ka-tutup.
“Dalam sehari, seti dak nya diberlakukan enam kali one way dalam satu jalur. Tidak ada rekayasa jalan jenis lain yang bisa diterapkan di Garut, mengingat jalannya yang sempit. Masalah ini bisa di se - lesaikan dengan pembangunan Tol Cileunyi-Tasikmalaya yang rencananya dibangun 2017,” terangnya.
Yudi r sudirman/ Fani ferdiansyah
Namun, kemarin, situasi jalanan mulai berangsur nor mal dan lalu lintas pun kembali lancar. Sejumlah titik yang pada musim mudik dipenuhi ken - daraan, kini terlihat tanpa ham - batan. Antrean kendaraan yang membuat pengendara stress pun tak lagi mendera warga.
“Pada H+3 atau pada Ming gu (19/7), saya melakukan per - jalanan dari Kadugede ke Ci limus memakan waktu sampai li ma jam, padahal biasanya pa ling lama juga 45 menit hingga satu jam, saat itu saya benar-benar dibuat stres,” keluh Niar Rach - maniar, 44, warga Desa/ Ke ca - matan Cilimus yang ke seharian - nya berjualan di Kadu gede.
Senada, Nanang, 46, warga De sa Linggarjati Kecamatan Cili - mus juga mengaku dibuat stress oleh antrean kendaraan saat musim mudik lalu. Me nurut dia, pada hari-hari biasa, waktu tem - puh dari eks Ter minal Cirendang ke Linggarjati hanya sekitar 30 menit. Na mun, saat hari H, tepatnya men jelang sore, dirinya ter jebak kemacetan hing ga waktu te m puh mencapai lima lima jam.
“Aduh untungnya tidak setiap hari Kuningan menga - lami ke macetan seperti itu, hanya saat-saat musim mudik Idul Fitri saja, terbayang kalau seperti di kota-kota besar yang macet setiap hari, kita bisa dibikin stres,” ujarnya.. Bagi warga Kuningan, ke - macetan lalu lintas memang bukan hal biasa.
Sebab, setiap hari, kondisi arus lalu-lintas di kawasan lereng Gunung Ci - remai biasanya mengalir tanpa hambatan. Sehingga, wajar jika pada musim mudik lalu, se - bagian masyarakat Kuningan di buat pusing dan stress. Sementara itu, sekitar 30% kendaraan pemudik di per ki - rakan akan melintasi jalur uta - ma wilayah Garut pada arus balik Sabtu (25/7) dan Minggu (26/7) mendatang.
Kapolres Garut AKBP Arif Rachman mengatakan, pihak - nya telah menginstruksikan personel kepolisian untuk ber - siaga di dua jalur utama K a - bupaten Garut, yakni Lim ba - ngan-Malangbong dan Ka du - ngora-Cilawu.
“Berdasarkan data peng - hitungan jumlah kendaraan selama arus mudik Lebaran tahun ini, baru 70% di ant ara - nya yang sudah kembali dari arah Tasikmalaya ke Bandung. Ma sih ada sekitar 30%-nya yang belum kembali pada arus balik,” kata Arif kemarin.
Sejumlah ruas jalan di ka - wasan perkotaan pun diper - kirakan akan mengalami ke pa da - tan karena posisi Garut se bagai daerah perlintasan wi sata. Untuk mengantisipasi ham - batan ini, tambah dia, pihaknya akan mem ber lakukan sistem one way atau bu ka-tutup.
“Dalam sehari, seti dak nya diberlakukan enam kali one way dalam satu jalur. Tidak ada rekayasa jalan jenis lain yang bisa diterapkan di Garut, mengingat jalannya yang sempit. Masalah ini bisa di se - lesaikan dengan pembangunan Tol Cileunyi-Tasikmalaya yang rencananya dibangun 2017,” terangnya.
Yudi r sudirman/ Fani ferdiansyah
(ftr)