Polda Jabar Akui Sulit Cegah Jatuhnya Korban Miras Oplosan
Jum'at, 24 Juli 2015 - 10:29 WIB
Polda Jabar Akui Sulit Cegah Jatuhnya Korban Miras Oplosan
A
A
A
BANDUNG - Sejumlah korban akibat miras oplosan berjatuhan di sejumlah daerah di Jawa Barat (Jabar) belum lama ini. Polisi pun mengakui kesulitan mencegah jatuhnya korban akibat minuman maut tersebut.
Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Muhammad Taufik mengakui polisi tak bisa sendirian mencegah jatuhnya korban gara-gara meminum miras oplosan. Banyak pihak yang harus ikut terlibat aktif melakukan langkah preventif atau pencegahan.
"Justru itu. Artinya semua elemen masyarakat harus mengajak (warganya) agar menjauhi (miras oplosan) itu. Disamping merusak kepada fisik, juga merusak kepada moral. Itu bertentangan dengan akidah agama kita," kata Taufik di Bandung Kamis (23/762015).
Sebelum korban berjatuhan baru-baru ini, ia menyebut pihaknya sudah melakukan berbagai langkah. "Upaya preventif sudah kita lakukan. Upaya-upaya imbauan, ajakan agar tidak minum miras apalagi oplosan (juga sudah dilakukan)," ucapnya.
Tapi apa daya. Korban akibat miras oplosan kembali bertumbangan. Bahkan sebagian di antaranya meregang nyawa.
Taufik pun mengajak semua pihak untuk benar-benar aktif dalam mencegah kembali jatuhnya korban akibat miras oplosan. Dalam saat bersamaan, polisi pun melakukan tugasnya dalam melakukan pencegahan dan penindakan terkait miras oplosan.
Jika semua pihak benar-benar aktif melakukan pengawasan dan saling mengingatkan, ia yakin kemungkinan jatuhnya korban bisa dicegah.
Ia bahkan optimistis tak akan ada kasus besar yang terjadi akibat miras oplosan. "Insya Allah enggak akan terulang (kasus) yang lebih besar lagi," pungkasnya.
Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Muhammad Taufik mengakui polisi tak bisa sendirian mencegah jatuhnya korban gara-gara meminum miras oplosan. Banyak pihak yang harus ikut terlibat aktif melakukan langkah preventif atau pencegahan.
"Justru itu. Artinya semua elemen masyarakat harus mengajak (warganya) agar menjauhi (miras oplosan) itu. Disamping merusak kepada fisik, juga merusak kepada moral. Itu bertentangan dengan akidah agama kita," kata Taufik di Bandung Kamis (23/762015).
Sebelum korban berjatuhan baru-baru ini, ia menyebut pihaknya sudah melakukan berbagai langkah. "Upaya preventif sudah kita lakukan. Upaya-upaya imbauan, ajakan agar tidak minum miras apalagi oplosan (juga sudah dilakukan)," ucapnya.
Tapi apa daya. Korban akibat miras oplosan kembali bertumbangan. Bahkan sebagian di antaranya meregang nyawa.
Taufik pun mengajak semua pihak untuk benar-benar aktif dalam mencegah kembali jatuhnya korban akibat miras oplosan. Dalam saat bersamaan, polisi pun melakukan tugasnya dalam melakukan pencegahan dan penindakan terkait miras oplosan.
Jika semua pihak benar-benar aktif melakukan pengawasan dan saling mengingatkan, ia yakin kemungkinan jatuhnya korban bisa dicegah.
Ia bahkan optimistis tak akan ada kasus besar yang terjadi akibat miras oplosan. "Insya Allah enggak akan terulang (kasus) yang lebih besar lagi," pungkasnya.
(nag)