Waspadai Daging Gelonggongan

Senin, 13 Juli 2015 - 10:03 WIB
Waspadai Daging Gelonggongan
Waspadai Daging Gelonggongan
A A A
SUKOHARJO - Meningkatnya permintaan daging sapi menjelang Lebaran dimanfaatkan sejumlah pedagang nakal dengan menjual daging sapi gelonggongan.

Daging tidak layak konsumsi tersebut ditemukan tim gabungan yang dikoordinasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sukoharjo saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kartasura, Sabtu (11/7) dini hari. Kasi Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian (Dispertan) Sukoharjo Ngatmini mengungkapkan, pihaknya sengaja menyasar Pasar Kartasura karena se lama ini disinyalir pasokan da ging semigelonggongan terpusat di pasar tradisional tersebut.

“Ternyata dugaan petugas benar. Dite mukan daging sapi de ngan kadar air mencapai 60%. Harusnya standar kadar air dalam daging antara38%-39% saja,” tandasnya di sela-sela si d ak. Ngatmini mengungkapkan, sebelumnya petugas su dah melakukanpenyisirandisejumlah pasar tradisional di Kecamatan Nguter, Tawang sari, Mojolaban, dan Polokarto. Dalam sidak tersebut, petugas juga menemukan daging gelonggongan dijual bebas pe dagang. Berdasarkan keterangan pedagang, daging tidak layak konsumsi tersebut dipasok dari Ampel, Boyolali.

Setiap pedagang hanya mengambil da ging antara 4-10 kilogram (kg). Penga laman tahun lalu, daging serupa ditemukan di tempat pedagang berskala besar. “Kami mensinyalir pemasok da ging sapi gelonggongan ini menyasar pedagang kecil. Kami mengimbau kepada pedagang untuk tidak menerima daging yang kurang layak itu,” kata Nga tmini. Kabid Perdagangan Disperindag Sukoharjo Bambang Sri Setiyono menambahkan, sidak dilakukan tim gabungan untuk menekan peredaran daging tidak layak dikonsumsi menyusul meningkatnya permintaan konsumen.

Dalam sidak di Pasar Kartasura, petugas hanya menemukan beberapa kilogram hati sapi yang menjadi sarang ca cing hati. Selain itu, petugasjugamenjumpai tempat berjualan yang tidak higienis dan tanpa surat dari rumah pemotongan hewan(RPH). “Kami mendatangi 15 pedagang di Kartasura, beberapa tanpa surat resmi dan langsung kami peringatkan. Petugaste tapakan melakukan pantauan hingga Lebaran usai,” ujarnya.

Sularsih, 46, salah seorang pedagang daging di Pasar Kartasura, mengaku siap mengikuti perintah petugas setelah mendapat peringatan karena lapak untuk menempatkan daging telah berkarat sehingga bisa merusak protein daging.

“Daging sapi yang saya jual dipasok dari Ampel, Boyolali,” katanya. Dia menambahkan, saat ini harga daging terus mengalami kenaikan. Untuk daging kualitas super, yang tadinya Rp85.000 per kg naik menjadi Rp95.000 per kg.

Sumarno
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
1 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
1 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
1 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
1 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
2 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
Mitos dan Fakta Daging...
Mitos dan Fakta Daging Kambing yang Perlu Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved