Pemudik Lebaran asal Aceh Bawa 82 Kilo Ganja Kering

Rabu, 08 Juli 2015 - 00:32 WIB
Pemudik Lebaran asal...
Pemudik Lebaran asal Aceh Bawa 82 Kilo Ganja Kering
A A A
PADANG - Polres Payakumbuh, Sumatera Barat, berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis ganja kering seberat 82 kilogram. Empat tersangka berhasil diamankan dalam penangkapan itu.

"Mereka diamankan sata turun dari Bus Kurnia di daerah Simpang Napar, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh," kata Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani, kepada wartawan, Selasa (7/7/2015).

Ditambahkan dia, keempat pelaku merupakan target operasi pihak kepolisian. “Dua dari empat tersangka tersebut merupakan pasangan suami istri. Sedangkan dua orang lainnya merupakan saudara sepupu mereka,” terangnya.

Keempat tersangka adalah Laibin (52) warga Kabupaten Aceh Utara dan istrinya Nova Mauliza (34), Muliadi Nur (29) dari Kabupaten Aceh Utara dan sepupunya Ernita (26) dari Kota Loksmawe.

"Dari tangan keempat tersangka kami menyita 82 paket besar ganja. Barang bukti yang diamankan diletakkan di beberapa tas dan kardus sudah dibungkus pakai lakban warna kuning," ungkapnya.

Diterangkan dia, dua koper yang disita masing-masing berisi 20 paket ganja. Sedang satu kardus berisi 20 paket ganja. Dalam tas punggung pelaku juga diamankan 18 paket ganja, serta di tas kecil tempat baju anak-anak ada empat paket ganja.

"Dari tangan tersangka juga kami amankan lima unit telepon genggam berbagai mereka, serta tiga buku rekening dari dua bank, dan beberapa uang lainnya, tapi itu belum kami hitung,” jelasnya.

Modus yang digunakan para tersangka untuk mengelabui petugas adalah dengan menyimpan tas seolah-olah mereka mudik Lebaran. Tas tersebut ditutupi dengan menggunakan sajadah dan mukena.

“Saat ini kami masih memeriksa barang bukti. Yang kami sita ini untuk mengetahui jaringan mereka,” ungkapnya.

Sementara pengakuan tersangka Laibin, mereka hanya mengantarkan saja ke Payakumbuh, rute mereka berangkat naik bus dari Aceh pada 5 Juli lalu. Perjalanan dilakukan melewati Medan, Dumai, Pekanbaru, dan Payakumbuh.

“Kami terpaksa melakukan ini untuk kebutuhan uang Lebaran, satu kilogram kami menerima upah Rp200 ribu, kami baru bisa menerima upah tersebut setelah barang pesanan diterima,” tutupnya.
(san)
Berita Terkait
Tok! MK Tolak Legalisasi...
Tok! MK Tolak Legalisasi Ganja Medis untuk kesehatan
Pengungkapan Penyelundupan...
Pengungkapan Penyelundupan 39 Kg Ganja Kering Asal Sumatera
Patroli Gabungan Sinergitas...
Patroli Gabungan Sinergitas Satgas Pamtas RI-PNG Gagalkan Transaksi 1.838 Gram Ganja di Perbatasan Papua
Di Pedalaman Hutan Lindung...
Di Pedalaman Hutan Lindung Bukit Balai, Polisi Temukan Ladang Ganja Seluas 1,5 Hektare
Waduh, Darah dan Urin...
Waduh, Darah dan Urin Pengguna Ganja Bisa Mengandung Logam Berbahaya
Penemuan Ladang Ganja...
Penemuan Ladang Ganja di Gunung Bromo: Mengapa Ganja Harus Ditanam di Ketinggian?
Berita Terkini
BRI Insurance dan PNM...
BRI Insurance dan PNM Tanam 7.000 Mangrove di Makassar
8 jam yang lalu
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
9 jam yang lalu
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
9 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Tak...
Polda Metro Jaya Tak Bawa Seluruh Bukti di Sidang Praperadilan, TAUD: Hambat Penegakan Hukum
10 jam yang lalu
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
10 jam yang lalu
Menteri dan Deretan...
Menteri dan Deretan Tokoh Daerah Bedah Transisi Ekonomi Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
Diskon Tarif Tol Lebaran...
Diskon Tarif Tol Lebaran 2026 Sampai 30%, Cek Tanggal Berlakunya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved